Gadis 15 Tahun di Inggris Meninggal karena Covid pada Hari Dia akan Divaksinasi

Gadis 15 Tahun di Inggris Meninggal karena Covid pada Hari Dia akan Divaksinasi
Jorja Halliday. ©PA/The Guardian
DUNIA | 3 Oktober 2021 13:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Seorang gadis berumur 15 tahun asal Portsmouth, Inggris, yang positif Covid-19 meninggal pada hari dia akan divaksinasi, menurut keterangan keluarganya.

Jorja Halliday meninggal di rumah sakit Queen Alexandra pada Selasa, yang dites positif Covid-19 empat hari sebelumnya.

Ibunya, Tracey Halliday (40) menjelaskan murid GCSE di Akademi Portsmouth ini adalah "gadis penyayang" dengan banyak teman, jago boxer, dan seorang musisi yang menginspirasi.

β€œDia sangat aktif, dia senang pergi keluar dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan senang menghabiskan waktu bersama saudara-saudaranya,” jelas Tracey, dikutip dari The Guardian, Minggu (3/10).

"Tumbuh dewasa, dia berubah menjadi seorang perempuan muda yang cantik, selalu ingin membantu orang lain, selalu ada untuk semua orang. Sangat menyayat hati karena anak-anak kalian selalu berarti hidup lebih lama darimu, dan itulah satu-satunya hal yang tidak bisa kulupakan,” ungkapnya.

Tracey Halliday mengatakan saudara-saudara Jorja sangat hancur.

Dia mengatakan Jorja, yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan, telah mengalami gejala seperti flu sebelum dia menjalani tes PCR dengan hasil positif dan kemudian melakukan isolasi mandiri.

Jorja sulit makan pada Minggu dan pada Senin dia tidak bisa makan sama sekali karena tenggorokannya sakit.

Seorang doktor memberikan antibiotik, namun kondisi Jorja semakin parah dan diperiksa seorang dokter yang mengatakan detak jantungnya semakin cepat dari yang seharusnya dan dia kemudian dilarikan ke rumah sakit.

"Mereka sekarang sadar betapa seriusnya hal ini dan saya masih diizinkan untuk menyentuhnya, menggenggam tangannya, memeluknya dan yang lainnya. Mereka mengizinkan saya untuk itu. Saya berada di titik dimana saya tidak dapat memahami hal ini terjadi,” kata Tracey.

"Saya bersamanya setiap waktu. Mereka mencoba menaruh ventilator untuk memberikan kesempatan pada tubuhnya untuk pulih. Detak jantungnya tidak stabil. Jantungnya tidak dapat menahan tekanan. Mereka bekerja sebaik seperti apa yang saya pikir mereka bisa secara medis, namun tidak dapat menyelamatkannya."

Hasil awal dari pemeriksaan medis rumah sakit menunjukkan Jorja menderita miokarditis Covid, radang jantung yang disebabkan oleh virus.

Tracey mengatakan Jorja dijadwalkan vaksin pada Selasa, namun dinyatakan positif pada hari Sabtu sebelumnya. Dia telah berencana untuk mendapatkan vaksin setelah masa isolasi berakhir, namun meninggal pada hari dia akan disuntik vaksin Covid.

Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami