Gagal Kabur Setelah Menyamar, Ketua Geng Brasil Ini Ditemukan Tewas di Penjara

DUNIA | 7 Agustus 2019 13:09 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Seorang narapidana Brasil, Clauvino da Silva (42) gagal kabur dari penjara setelah menyamar menjadi anak gadisnya memakai rambut palsu, topeng, dan pakaian anaknya. Beberapa hari berselang, da Silva yang merupakan ketua genk ini ditemukan tewas di penjara.

Berdasarkan keterangan pejabat setempat pada Selasa (6/8), da Silva diduga melakukan bunuh diri di dalam selnya. Demikian dilansir dari New York Times, Rabu (7/8).

Berdasarkan pernyataan pejabat Sekretariat Administrasi Lembaga Pemasyarakatan Rio de Janeiro, Silva ditemukan tewas pada Selasa pagi, tiga hari setelah gagal kabur. Berdasarkan keterangan pejabat tersebut, Silva tewas karena gantung diri menggunakan seprai.

Upaya da Silva untuk kabur ini diberitakan secara luas di Brasil dan di luar negeri setelah para pejabat merilis sebuah video dimana Silva melepaskan seluruh perkakas yang digunakannya untuk menyamar, termasuk topeng berbahan lateks.

Da Silva tertangkap setelah mencoba melewati pintu utama dengan menggunakan pakaian milik anak gadisnya yang berusia 19 tahun. Penyidik meyakini topeng tersebut diselundupkan saat kunjungan keluarga.

Silva yang juga dikenal dengan panggilan Shorty, dihukum 73 tahun penjara karena kasus penyelundupan narkoba. Pada 2013, dia salah satu dari 31 narapidana yang melarikan diri dari Vicente Piragibe Penal Institute, juga di Negara Bagian Rio de Janeiro, sebelum akhirnya ditangkap.

Para pejabat Brasil mendapat kecaman karena ketidakmampuan mereka menahan tahanan dengan aman. Pekan lalu, setidaknya 62 tahanan tewas setelah bentrokan antar geng di sebuah penjara di negara bagian Para. Pada akhir Mei, 55 tahanan terbunuh dalam insiden serupa di negara bagian Amazonas.

Kebijakan tegas terhadap kejahatan baru-baru ini telah menyebabkan peningkatan tajam jumlah tahanan dan membuat tahanan over kapasitas.

Rosental Alves, seorang jurnalis Brasil dan seorang profesor di Universitas Texas di Austin, mengatakan pihak berwenang memiliki tradisi lama dan buruk yaitu kerap mempertontonkan tersangka dengan cara yang memalukan, seolah-olah tersangka merupakan sebuah piala. (mdk/pan)

Baca juga:
Kabur dari Penjara, Ketua Geng di Brasil Menyamar Jadi Anak Gadisnya
Begini Cara Napi di Brasil Nyamar Jadi Wanita untuk Kabur
Presiden Brasil: Penjahat Akan Mati di Jalan Seperti Kecoa
Kerusakan Hutan Amazon di Brasil Meningkat Sejak Jair Bolsonaro Menjabat
Kerusuhan Antar Geng Narkoba di Penjara Brasil, 57 Orang Tewas
Mengintip Pabrik Lamborghini dan Ferrari Palsu di Brasil

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.