Gambar Lab: Mutasi Virus Corona Varian Omicron Dua Kali Lipat Lebih dari Delta

Gambar Lab: Mutasi Virus Corona Varian Omicron Dua Kali Lipat Lebih dari Delta
Foto pertama virus corona varian Omicron, hasil penelitian Rumah Sakit Bambini Gesu di Roma, Italia.. ©ANSA/Asia One
DUNIA | 29 November 2021 13:17 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Peneliti Italia menerbitkan gambar pertama Covid-19 varian Omicron, mengonfirmasi perkiraan bahwa varian baru ini merupakan versi yang sangat bermutasi dari virus corona asli.

Namun demikian, walaupun terdeteksi awal pekan ini telah meningkatkan kewaspadaan di seluruh dunia, penularan Omicron dan keparahan penyakit yang bisa disebabkan belum dipastikan.

Gambar varian Omicron ini, diterbitkan pada Sabtu, berasal dari penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Bambino Gesu di Roma, Italia. Penelitian tersebut dikoordinasikan Profesor Carlo Federico Perno dan disupervisi oleh Profesor Claudia Alteri dari Universitas Negeri Milan.

Dilansir laman Asia One, Senin (29/11), gambar tersebut menampilkan struktur protein mahkota Omicron di samping foto varian Delta, mengungkapkan bahwa tingkat mutasinya jauh lebih besar. Mahkota protein (ujung runcing virus) adalah bagian krusial atau penting virus untuk memasuki sel manusia, dan yang menjadi target vaksin.

Penelitian di seluruh dunia tengah dilakukan untuk menghimpun berbagai informasi baru soal varian Omicron ini, yang pertama kali dideteksi para ilmuwan di Afrika Selatan dan dikategorikan varian yang mengkhawatirkan oleh WHO.

Kasus Omicron telah ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk Israel, Australia, Botswana, dan Belgia, menimbulkan kekhawatiran global dan pemberlakukan pembatasan perjalanan yang meluas.

Jerman, Italia, dan Inggris melaporkan kasus Omicron pada Sabtu.

Beberapa negara Eropa, AS, Hong Kong, dan Rusia telah memperketat pembatasannya terhadap pelancong dari negara-negara Afrika selatan.

Italia juga melaporkan kasus Omicron pertamanya di Milan pada Sabtu, yang menginfeksi seorang pelancong yang pernah mengunjungi Mozambik.

Gambar yang diproduksi para peneliti Italia ini menunjukkan Omicron memiliki mutasi 43 protein mahkota, dibandingkan 18 pada varian Delta. Penelitian sebelumnya memperkirakan Omicron memiliki 32 mutasi protein mahkota, dibandinhkan 13 sampai 17 pada varian Delta.

Mutasi-mutasi ini juga terkonsentrasi di sebuah area yang berinteraksi dengan sel manusia, menurut penelitian tersebut.

Namun, kata para peneliti, "ini secara otomatis tidak berarti variasi-variasi ini lebih berbahaya, sederhananya virus telah beradaptasi lebih jauh terhadap spesies manusia dengan menurunkan varian lain."

"Penelitian lebih jauh akan menyampaikan pada kita apakah adaptasi ini netral, bahayanya sedikit, atau lebih berbahaya." (mdk/pan)

Baca juga:
Antisipasi Varian Omicorn, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Internasional
WHO: Belum Jelas Apakah Omicron Bisa Sebabkan Penyakit yang Lebih Parah
Gubernur Bali Tunggu Aturan Pengetatan Pemerintah Pusat Cegah Varian Omicron
Pemerintah Diminta Tak Terapkan PPKM Level 3 & 4 Hadapi Varian Omicron, ini Sebabnya
Ada Varian Omicron, Pemerintah Diminta Cadangkan Anggaran Sektor Kesehatan
Afrika Selatan Minta Negara di Dunia Cabut Larangan Perjalanan karena Covid Omicron

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami