Gempa Guncang Afghanistan Timur, 255 Orang Tewas

Gempa Guncang Afghanistan Timur, 255 Orang Tewas
Gempa di Provinsi Paktika, Afghanistan. ©Twitter @PrabodaYatagama
DUNIA | 22 Juni 2022 14:17 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Provinsi Paktika, Afghanistan timur diguncang gempa, menewaskan sedikitnya 255 orang.

Media yang dikelola pemerintah, Bakhtar melaporkan jumlah korban jiwa ini pada Rabu dan menyampaikan tim SAR tiba di lokasi bencana dengan helikopter.

Pimpinan Bakhtar, Abdul Wahid Rayan menyampaikan di Twitter, sebanyak 90 rumah hancur dan puluhan orang diyakini terjebak di dalam reruntuhan.

Video dari Provinsi Paktika yang berada di dekat perbatasan Pakistan itu menunjukkan para korban dibawa menggunakan helikopter. Sejumlah foto yang beredar di media sisial menunjukkan rumah-rumah yang hancur, dan penduduk memungut reruntuhan bangunan.

"Gempa besar mengguncang empat distrik di Provinsi Paktika, menewaskan dan melukai ratusan orang dan menghancurkan puluhan rumah," jelas wakil juru bicara pemerintahan Taliban, Bilal Karimi di Twitter, dikutip dari laman The Times of Israel, Rabu (22/6).

"Kami mendesak semua lembaga bantuan mengirim tim ke wilayah tersebut segera untuk mencegah bencana yang lebih parah."

Departemen Meteorologi Pakistan menyebut gempa itu berkekuatan 6,1 magnitudo. Getaran juga dirasakan ibu kota Pakistan, Islamabad dan Provinsi Punjab di timur negara tersebut.

Badan kegempaan Eropa atau EMSC mengatakan getaran gempa dirasakan sampai 500 kilometer di Afghanistan, Pakistan, dan India.

Baca juga:
Cerita Mereka yang Bertahan Hidup Hanya dengan Remahan Roti Basi
PBB Desak Taliban Batalkan Semua Pembatasan Bagi Kaum Perempuan Afghanistan
Taliban Perintahkan Presenter TV Pakai Cadar, "Bagaimana Bisa Saya Baca Berita?"
Dianggap Tak Penting, Taliban Bubarkan Komnas HAM Afghanistan
Taliban Larang Perempuan dan Laki-Laki Makan Bareng di Restoran

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini