Google Sebut Peretas Iran dan China Coba Tembus Akun Email Trump dan Biden

Google Sebut Peretas Iran dan China Coba Tembus Akun Email Trump dan Biden
DUNIA | 5 Juni 2020 10:21 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Kepala Analis Google Shane Huntly mengumumkan, para peretas yang 'punya kaitan dengan pemerintah China' baru-baru ini mencoba meretas akun surel tim sukses kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden. Sementara itu peretas yang 'punya kaitan dengan pemerintah Iran' mencoba melakukan hal sama terhadap tim kampanye Donald Trump.

Google menyerukan kepada kedua pihak, baik Trump dan Biden, untuk memperketat perlindungan keamanan akun surel mereka.

Dilansir dari laman Sputnik News, Kamis (4/6), Huntley mengatakan kelompok peretas yang punya 'kaitan dengan pemerintah China dan Iran' itu terkonfirmasi identitasnya sebagai 'APT31' yang menurut Malpedia termasuk jenis operasi phising yang terkait 'pemerintah China' dan biasanya khusus melakukan pencurian properti intelektual. Dan identitas satu lagi adalah 'APT35', kelompok yang disponsori oleh pemerintah Iran untuk melakukan operasi mengumpulkan informasi intelijen.

Klaim dari Google ini mengingatkan orang akan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS yang digembar-gemborkan kubu Hillary Clinton usai pemilu presiden AS 2016.

Presiden Trump dan partai pendukungnya, Republik, menanggapi tudingan itu dengan menyebut ada perusahaan keamanan siber yang punya kaitan dengan Ukraina dalam isu konspirasi peretasan tersebut. Ukraine belakangan diketahui berseteru dengan Rusia.

Tahun lalu pakar keamanan siber asal Finlandia, Petri Krohn mengatakan kepada Sputnik, "menemukan dari mana asal serangan siber dengan metode forensik cukup sulit karena para peretas bisa menyembunyikan jejak mereka dan membuat serangan itu seolah dilakukan justru oleh pihak musuh." (mdk/pan)

Baca juga:
FBI Tuding Peretas China Hendak Curi Data Penelitian Vaksin Covid-19
FBI Lakukan Investigasi Terkait Peretasan Smartphone Jeff Bezos
WhatsApp dan Media Sosial Panitia Diskusi Pemecatan Presiden Diduga Diretas
Hati-Hati! Aplikasi untuk Rapat Virtual Berpotensi Diretas Hacker, Ini Faktanya
Hacker Rusia Retas Rekening dan Curi 100 Juta Dolar
Peneliti Temukan Celah Keamanan di Facebook dan Instagram, Rentan Diretas?
Mantan Pegawai Yahoo Retas 6.000 Akun Untuk Curi Konten 'Intim'

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5