Halaman Depan Koran New York Times Dipenuhi Nama Korban Meninggal karena Covid-19

Halaman Depan Koran New York Times Dipenuhi Nama Korban Meninggal karena Covid-19
DUNIA | 25 Mei 2020 09:05 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Koran asal Amerika Serikat the New York Times kemarin menuliskan sebagian nama- nama korban meninggal Covid-19 penuh satu halaman depan. Korban meninggal akibat corona Covid-19 di AS kini hampir mencapai 100.000 jiwa.

Di judul halaman depan The New York Times menulis tragedi itu sebagai "Kehilangan yang Tak Terhitung Jumlahnya". Nama-nama korban meninggal yang dicetak itu hampir mencapai 1.000, berisi juga keterangan usia, dan informasi singkat tentang masing-masing korban. Daftar nama yang tercetak di halaman depan the Times itu hanya sekitar satu persen dari keseluruhan korban meninggal karena Covid-19 di AS. Beberapa nama tertulis seperti Landon Spradlin, 66, "penceramah dan pemain gitar musik blues", Sandra Santos-Vizcaino, 54 tahun, "guru sekolah yang dicintai."

Simone Landon, asisten editor the New York Times di desk Grafis mengatakan, dia ingin mengenang korban meninggal yang kini hampir berjumlah 100.000 orang dan memberi penghormatan atas kematian mereka.

daftar nama korban meninggal karena covid 19 di koran the new york times

┬ęTwitter

"Kami tahu ada cara untuk mengenang jumlah angka itu," kata Landon.

1 dari 1 halaman

Untuk membuat daftar nama itu, the Times mengumpulkan hampir 1.000 nama korban dan sejumlah editor serta tiga jurnalis pascasarjana membacakan obituari untuk menggambarkan kepribadian korban. The Times juga menerbitkan versi koran digital yang memuat daftar nama itu.

Reporter the Washington Post Lena Sun, yang membaca ada nama ibunya, yu Lihua, di antara nama para korban itu memuji the Times atas cara mereka mengenang mereka yang meninggal di balik jumlah angka yang tertera.

Pengguna Twitter, Walter Dellinger, menyebut daftar nama itu semacam "Monumen Peringatan Vietnamnya Virus Corona di Amerika, 2020."

daftar nama korban meninggal karena covid 19 di koran the new york times

©Twitter


(mdk/pan)

Baca juga:
Antrean Mengular Jemaah Salat Id di Bangladesh
Mengharukan, Begini Cara Unik Orang AS Peluk Keluarga Selama Pandemi
Antusiasme Murid Kembali Bersekolah Usai Pandemi Mereda di Australia
Puma 'Pandemi' dan 'Karantina' Lahir di Meksiko
Penelitian Singapura: Setelah 11 Hari Pasien Covid-19 Sudah Tidak Lagi Menular

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5