Harga Minyak Mentah Merosot setelah Trump Pecat John Bolton

DUNIA | 11 September 2019 15:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton, harga minyak mentah AS merosot 2,2 persen menjadi USD57, 30 per barel, Selasa (10/9). Sebelumnya, minyak mentah dipasarkan di harga USD 57,75 per barel.

"Ini adalah reaksi dadakan, mengingat Bolton begitu memusuhi Iran," ujar Direktur Strategi Komoditas di ClipperData, Matt Smith, seperti yang dikutip CNN, Rabu (11/9).

Selama ini, Bolton dikenal mendukung kuat upaya menekan Iran. Sikap ini menyebabkan ekspor minyak Iran pun menurun.

Kabar pemecatan Bolton pertama kali disampaikan Trump melalui akun Twitternya pada Selasa (10/9) malam.

"Saya sangat tidak setuju dengan banyak sarannya, seperti yang dilakukan orang lain di pemerintahan," tulis Trump, mengungkapkan alasan pemecatan penasihat keamanannya tersebut.

Tidak jelas apakah pemecatan Bolton terkait dengan kebijakan Iran. Pasalnya, Trump tidak menyinggung soal Iran dalam unggahannya mengenai pemecatan Bolton.

Meski demikian, kabar berhembus bahwa Trump tidak senang dengan sikap Bolton yang menentang keputusannya untuk menjadi tuan rumah bagi rundingan perdamaian dengan pemimpin Taliban di Camp David. Walaupun akhirnya pertemuan tersebut dibatalkan pada Sabtu lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh ClipperData, ekspor minyak Iran telah merosot sekitar dua juta barel per hari, sejak musim panas 2018 lalu.

Pemecatan Bolton memicu spekulasi bahwa ketegangan antara Amerika dan Iran dapat mereda.

Awal tahun ini, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran melonjak hingga memicu kekhawatiran perang. Seiring dengan situasi tersebut, harga minyak jatuh karena para investor khawatir akan risiko serangan terhadap kapal tanker minyak di jalur pengiriman Selat Hormuz, jalur pasokan minyak utama global.

Terlepas dari kondisi Iran, harga minyak telah terganggu beberapa bulan terakhir karena lemahnya permintaan akibat perlambatan ekonomi global. Selain itu, perang dagang AS-China sejak demo Hong Kong juga menjadi faktor lain yang memengaruhi melemahnya permintaan tersebut.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
Siapa John Bolton, Penasihat Keamanan AS yang Dipecat Trump
Trump Batalkan Diskusi Perdamaian dengan Taliban
Tak Hanya China, Ini Deretan Negara Perang Dagang dengan Amerika Serikat
Sering Beda Pendapat, Trump Pecat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton
Jempol Donald Trump Sangat Sakti, Bisa Bikin Pasar Dunia Pontang-Panting
Dokumen CIA Terbaru Ungkap Reaksi AS Setelah Pembunuhan Khashoggi
Potret Greenland yang Ingin Dibeli Donald Trump

(mdk/pan)