Harun Yahya dan 226 Pengikutnya Mulai Jalani Sidang di Turki

DUNIA | 18 September 2019 15:17 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Adnan Oktar alias Harun Yahya, sosok penulis muslim terkenal asal Turki yang didakwa menjalankan organisasi kriminal, kemarin mulai menjalani sidang pertama kali di Istanbul.

Dikutip dari laman Daily Sabah, Rabu (18/9), Oktar didakwa mendirikan organisasi kriminal, melakukan pelecehan seksual lebih dari puluhan kali, termasuk terhadap anak-anak.

Sidang pertama Oktar menghadirkan 226 terdakwa, termasuk 167 orang pengikutnya yang sudah ditahan sebelum disidang. Sebanyak 125 penuntut juga dijadwalkan hadir dalam sidang. Dakwaan sebanyak 3.908 halaman juga sudah disiapkan untuk sidang ini.

Oktar yang dikenal sebagai pria flamboyan penceramah yang sering muncul di televisi ditangkap Juli tahun lalu di Istanbul bersama puluhan pengikut dan ajudannya. Polisi memburu Oktar dan para pengikutnya ke sejumlah kota di Turki.

Penangkapan terhadap Oktar terjadi setelah lembaga pengawas pertelevisian menjatuhkan sanksi kepada saluran televisi Oktar dan menangguhkan siarannya karena Oktar kerap muncul di televisi dengan dikelilingi perempuan-perempuan cantik berpakaian minim.

Oktar sudah membantah semua tuduhan terhadapnya dan menyebut semua ini adalah rencana untuk menjatuhkannya.

Otoritas Turki menuduh ratusan anggota kelompok Harun Yahya terlibat dalam sejumlah kasus kriminal. Mereka membentuk geng dengan niat untuk melakukan perbuatan jahat, pelecehan, kekerasan dan hubungan seksual terhadap anak di bawah umur, penculikan, menahan anak di bawah umur, pelanggaran pajak, dan pelanggaran undang-undang antiterorisme.

Harun Yahya memiliki saluran televisi bernama 'A9', di mana dia menjadi acara dalam program yang mendiskusikan isu keagamaan dan sosial. Namun pada Februari 2018, pengawas pertelevisian Turki menghentikan program televisi yang diselenggarakan oleh Oktar yang memadukan diskusi dan tarian teologis, dengan mengatakan bahwa hal itu melanggar kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Adnan Oktar juga dikenal kerap dikelilingi oleh sejumlah perempuan seksi, yang dipanggilnya 'anak-anak kucing'. Sedangkan para pengikutnya yang berjenis kelamin laki-laki disebut sebagai para 'singa'.

Pada 2006, Oktar menulis Atlas Penciptaan di bawah nama pena Harun Yahya, dengan alasan bahwa teori evolusi Darwin adalah akar dari terorisme global. Dia telah menulis lebih dari 300 buku, diterjemahkan ke dalam 73 bahasa. Di Indonesia buku-buku dan VCD Harun Yahya juga laris manis.

(mdk/pan)

TOPIK TERKAIT