Hasil Autopsi: Floyd Tewas di Tempat karena Tercekik Tak Bisa Bernapas

Hasil Autopsi: Floyd Tewas di Tempat karena Tercekik Tak Bisa Bernapas
DUNIA | 2 Juni 2020 07:26 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Hasil autopsi independen yang diminta oleh keluarga George Floyd menyatakan pria kulit hitam itu tewas karena "dibunuh yang disebabkan sesak napas lantaran leher dan punggungnya ditekan sehingga tidak ada aliran darah ke otak," demikian temuan awal pemeriksaan yang dirilis kemarin, seperti dilansir laman ABC News, Selasa (2/6).

Floyd diringkus polisi di Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, Amerika Serikat Senin pekan lalu dan seorang petugas menindih lehernya dengan lutut ketika dia telungkup di tanah dan sudah memohon dilepaskan karena dia bilang tak bisa bernapas.

Pemeriksaan independen itu menemukan, tekanan di bagian leher belakang Floyd, posisi tangan diborgol ke belakang dan posisinya yang menelungkup di tanah memberi kontribusi terhadap kematiannya karena diafragmanya menjadi tidak berfungsi. Hasil otopsi menyimpulkan Floyd, 46 tahun, meninggal di lokasi.

"Ambulans menjadi mobil jenazahnya," kata Ben Crump, pengacara keluarga Floyd dalam jumpa pers usai hasil temuan otopsi.

Tak lama setelah itu Rumah Sakit Hennepin County Medical Examiner merilis hasil temuan mereka dan juga menyatakan Floyd tewas karena dibunuh akibat "fungsi paru-paru yang berhenti ketika diringkus oleh petugas penegak hukum".

1 dari 2 halaman

Dr Michael Baden dan Dr Allecia Wilson, direktur sekolah Kedokteran Universitas Michigan, menangani otopsi independen ini.

Baden yang bekerja sebagai petugas pemeriksa medis di New York pada 1978 dan 1979 sebelumnya juga melakukan autopsi independen terhadap Eric Garner yang dibunuh polisi di Staten Island, New York, pada 2014 serta Michael Brown yang ditembak polisi di Ferguson, Missouri, di tahun yang sama.

Baden mengatakan Floyd dalam keadaan sehat sebelum tewas dan video yang beredar luas memperlihatkan dengan jelas tekanan di leher dan punggungnya yang menyebabkan kematian.

"Ketika dia mengatakan 'Saya tidak bisa bernapas' sayangnya kebanyakan polisi menganggap kalau Anda bisa bicara berarti Anda bisa bernapas. Itu tidak benar," kata dia dalam jumpa pers.

Wilson menuturkan pemeriksaan toksilogi dan yang lainnya masih berlangsung.

2 dari 2 halaman

Meski begitu pemeriksaan medis sebelumnya mengatakan Floyd memiliki "kondisi lain termasuk penyakit jantung dan belum lama mengkonsumsi obat terlarang."

Polisi yang menindih leher Floyd, Derek Chauvin, kini sudah dipecat dan dituntut atas pembunuhan tingkat tiga dan pembantaian. Floyd terdengar mengatakan, "Saya tidak bisa bernapas," ketika Chauvin meringkusnya di tanah selama sembilan menit, kata dokumen tuntutan hukum.

Ketiga polisi lain yang terlibat dalam penangkapan Floyd juga sudah dipecat tapi belum didakwa. (mdk/pan)

Baca juga:
Kisah Hidup George Floyd, Korban Kebrutalan Polisi Pemicu Demo Besar-Besaran di AS
Banyak Polisi di AS Turun ke Jalan Ikut Demo Kematian George Floyd
Kedubes AS di Sejumlah Negara Jadi Sasaran Demonstran Protes Kematian George Floyd
5 Fakta Derek Chauvin, Polisi yang Cekik George Floyd di Amerika Serikat
Ini yang Terjadi di Detik-Detik Terakhir Kematian George Floyd

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5