Helikopter Saudi jatuh ditembak pasukan sendiri, 12 tentaranya tewas

DUNIA | 19 April 2017 11:34 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sebuah helikopter Black Hawk militer Arab Saudi jatuh di Provinsi Marib, Yaman, kemarin, menewaskan 12 tentara.

Kabar itu dilaporkan media Saudi SPA. Pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman mengatakan peristiwa itu adalah yang terburuk menimpa pasukan kerajaan sejak perang Yaman pecah dua tahun lalu, seperti dikutip kantor berita Reuters dan dilansir laman Russia Today, Selasa (18/4).

Helikopter itu dilaporkan jatuh karena tembakan sistem pertahanan udara pasukan Saudi sendiri. Namun militer Saudi mengatakan masih terlalu dini menentukan penyebab jatuhnya helikopter itu. Insiden ini masih diselidiki.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis kemarin tiba di Ibu Kota Riyadh buat membahas perang Yaman dengan para pejabat Saudi.

Insiden terburuk menimpa pasukan koalisi pernah terjadi pada September 2015 ketika rudal dari pemberontak Houthi mengenai gudang senjata di Marib. Pada kejadian itu 45 tentara pasukan Uni Emirat Arab dan sepuluh serdadu Saudi tewas.

Bulan lalu pasukan pemberontak Houthi mengklaim menembak jatuh helikopter Apache Saudi yang mengudara di atas Laut Merah di pelabuhan Hudaydah yang mereka kuasai.

Lebih dari 7.600 orang tewas dan 42 ribu lainnya luka sejak konflik Yaman meletus. Korban kebanyakan tewas dan luka karena serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung Presiden Abdurrabbuh Mansur Hadi yang melarikan diri dari serangan pemberontak Houthi di Ibu Kota Sanaa pada Feburari 2015. Sekitar 70 persen rakyat Yaman kini mengalami kekurangan makanan parah dan butuh bantuan kemanusiaan.

(mdk/pan)