Hidup Sederhana Bersahaja, Wali Kota Rusia Ini Disukai Warganya

DUNIA | 14 November 2019 08:45 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Biasanya sosok wali kota di Rusia, apalagi di kota besar, punya kebiasaan umum yang bisa dilihat warganya. Mereka biasanya adalah pria paruh baya bergaya hidup mewah yang menjadi gambaran partai berkuasa Serikat Rusia. Dan mereka menjadi wali kota bukan dari dukungan suara warganya lewat pemilihan umum tapi penunjukan langsung.

Adalah Sardana Avksentieva, wali kota Yakuts, ibu kota dari Sakha di sebelah timur Rusia yang punya tampilan berbeda. Dia mengalahkan kandidat dari Serikat Rusia dalam pilkada musim gugur lalu. Ketika pemilik papan spanduk menolak memajang iklan kampanyenya, dia menyewa sejumlah truk lalu menempelkan iklan kampanyenya di badan truk yang terparkir di seantero kota. Dia menyebut dirinya "Wali Kota Rakyat" dan warga kota pun memilihnya.

"Saya seorang perintis," kata dia. "Meski saya tidak mau jadi seperti itu."

Pesan kampanyenya selama ini fokus untuk menyediakan layanan dan transparansi yang lebih luas--sebuah keanehan di negara yang hanya sepersepuluh wali kotanya dipilih secara langsung.

"Warga harus memahami dan merasakan pendapat mereka bisa berarti sesuatu dan tuntutan mereka dipenuhi," kata dia, seperti dikutip laman the Economist, pekan lalu.

"Seharusnya tidak ada yang boleh diputuskan di ruang tertutup. Tidak boleh ada keputusan yang diambil oleh komplotan rahasia."

Di kawasan yang kaya dengan tambang emas, Avksentieva berpendapat, warga harus menikmati jalan raya yang mulus dan ketersediaan perumahan yang memadai.

1 dari 1 halaman

Melelang Mobil Mewah

Avksentieva bukan sepenuhnya orang luar pemerintahan. Sebelum menjabat wali kota dia sudah pernah bekerja di instansi pemerintah, termasuk menjadi wakil wali kota. Dia tidak mungkin berhasil menjadi wali kota kalau bukan atas dukungan Vladimir Fyodorov, pengusaha kuat yang sebelumnya pernah ingin maju menjadi calon wali kota tapi gagal.

Program-program kampanyenya ternyata disukai pemilih. Dia menolak keputusan pemerintah yang menaikkan usia pensiun tahun ini dan dia menyerukan referendum untuk mengubah kebijakan itu. Dia juga melelang sejumlah mobil mewah milik kantor wali kota; memotong anggaran perjalanan ke luar negeri dan seremoni mewah yang selama ini sudah menjadi tradisi. Dia mengecam imigrasi dari Asia Tengah awal tahun ini di tengah unjuk rasa warga atas kejadian pemerkosaan seorang perempuan Yakut oleh buruh asal Kyrgyz. Dia juga memilih hidup sederhana.

"Saya hanya mengendarai Toyota Camry saja," kata dia.

Cara komunikasi Avksentieva yang paling efektif ternyata melalui media sosial. Dia punya 123 ribu pengikut di Instagram. Lebih banyak ketimbang wali kota Rusia mana pun, kecuali Sergei Sobyanin, wali kota Moskow. (mdk/pan)

Baca juga:
Usai Bunuh Pacar, Profesor di Rusia Simpan Potongan Lengan dalam Koper
Serunya Keliling Naik Kereta Uap Mungil di Rusia
Sederet Keraguan Seputar Kematian Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi
Menlu Rusia: Baghdadi adalah Ciptaan Amerika
Facebook Bersihkan Akun Palsu yang Terhubung ke Rusia
Pria Kanibal di Rusia Ditangkap, Diduga Makan Tiga Manusia