'Hollywood Selama Bertahun-tahun Menggambarkan Iran Sebagai Negara Penjahat'

'Hollywood Selama Bertahun-tahun Menggambarkan Iran Sebagai Negara Penjahat'
DUNIA | 21 Januari 2020 13:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sejak Revolusi Islam di Iran pada tahun 1979, para pejabat AS terlibat dalam kampanye besar-besaran untuk menjelek-jelekkan Iran. Namun tak hanya itu, Hollywood juga melakukan hal yang sama.

Menurut sebuah artikel The Washington Post, industri film AS selalu mencari "negara-negara jahat" untuk menarik banyak penonton bioskop sejak runtuhnya Uni Soviet dan berakhirnya Perang Dingin.

Industri ini memiliki target berbeda mulai dari Korea Utara, Rusia dan China, dan yang terpenting adalah Iran. Setelah Revolusi Islam, Hollywood mencari naskah cerita yang akan menggambarkan Iran sebagai pihak antagonis.

Mereka menggambarkan Iran sebagai negara "haus darah dan secara monolitik tertarik untuk menjatuhkan Amerika," menurut artikel itu, seperti dikutip dari laman Press TV, Selasa (21/1).

Penulis skenario Hollywood cenderung memilih orang Iran sebagai "penjahat," dalam upaya untuk menunjukkan bahwa negara itu memiliki radikal dan jahat.

"Beberapa cerita memang fiksi, dengan orang Iran dipilih oleh penulis skenario sebagai penjahat karena alasan yang jelas. Bahkan kisah berdasarkan fakta cenderung menghapuskan orang Iran yang baik."

Menurut para pakar, jenis cerita yang menggambarkan Iran sebagai pihak antagonis dapat dilihat di sejumlah film seperti Homeland, Argo, dan film drama Not Without My Daughter. Film-film ini dinilai berhasil membentuk sentimen masyarakat Amerika dan bahkan kebijakan publik.

"Penggambaran Hollywood selama ini tentang Iran tidak hanya sebagai tempat para pemimpin atau rezim yang buruk, tetapi juga negara teroris, radikal, dan orang jahat - bahwa ini adalah budaya secara keseluruhan," kata Hooshang Amirahmadi, seorang Profesor Iran-Amerika di Universitas Rutgers.

"Itu meracuni bagaimana banyak orang Amerika berpikir tentang Iran," lanjutnya.

Para kritikus juga mengatakan beberapa karya Hollywood "menggambarkan potret orang Iran yang tidak otentik, reduktif, dan bahkan rasis."

1 dari 1 halaman

Dalam Argo, sutradara Ben Affleck menggambarkan bagaimana cerdasnya rencana AS dalam menyelamatkan sejumlah warga Amerika selama Revolusi Islam, namun menggambarkan karakter penduduk Iran sebagai orang fanatik yang tak segan "menyakiti orang Amerika Utara di balik jubah agama."

Dalam Globe and Mail, komentator Jian Ghomeshi mengecam "Argo" untuk "penggambaran yang sangat meresahkan rakyat Iran" dan "penggambaran yang tidak seimbang dari seluruh kelompok etnis nasional," tulis surat kabar itu.

Dalam Guardian, Saeed Kamali Dehghan mencatat bahwa "film ini mengambil pandangan hitam-putih terhadap orang Iran ... itu menggambarkan mereka sebagai orang yang jelek, miskin, sangat religius, fanatik, dan bodoh," menurut Post.

Film Homeland, di sisi lain, adalah kisah tentang Iran yang setuju untuk menghentikan pengayaan uraniumnya tetapi hanya setelah pejabat senior intelijen AS mengalahkan mereka. Itu meninggalkan kesan bahwa orang Amerika ingin bertindak dengan cara yang terhormat sementara orang Iran rentan terhadap kebohongan.

Dalam film 300 (2007), versi fiksi dari pertempuran Thermopylae, terlihat bagaimana sekelompok kecil Spartan secara heroik melawan pasukan besar Persia. "Yang terakhir terbukti biadab dan dekaden." Film ini memancing kritik dari seluruh spektrum politik di Iran serta dari beberapa kritik Barat.

"Ketika budaya diciptakan dengan cara ini, ia dapat memiliki efek yang sangat signifikan," jelas Mehdi Semati, Ketua Departemen Komunikasi di Northern Illinois University. (mdk/pan)

Baca juga:
Dua Roket Jatuh Dekat Kedutaan Besar Amerika di Irak
Sebut AS Pengecut, Iran Bersumpah akan Balas Kematian Sulaimani Secara Jantan
Sepak Terjang Ismail Qaani, Pemimpin Baru Garda Revolusi Iran
Serangan Siber AS dan Israel Sebabkan Jatuhnya Pesawat Ukraina di Iran?
Donald Trump Cerita Detik-detik Jenderal Soleimani Tewas
Lima Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami