Ibu di India rancang pembunuhan dan pemerkosaan anak tirinya

DUNIA | 5 September 2018 15:33 Reporter : Ira Astiana

Merdeka.com - Polisi India menangkap lima orang sehubungan dengan terjadinya pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap gadis berusia 9 tahun di Kashmir. Ironisnya aksi keji itu direncanakan oleh ibu tiri si gadis.

"Ibu tiri gadis itu memerintahkan putranya (14) dan tiga orang lainnya untuk memperkosa korban di hadapannya," kata pejabat setempat dikutip dari BBC, Rabu (5/9)

"Mayat gadis itu ditemukan di sebuah hutan di distrik Baramulla dalam kondisi tragis. Dia disiksa dan tubuhnya dibakar dengan cairan asam," tambahnya.

Perwira polisi senior Mir Imtiyaz Hussain mengatakan bahwa motif pembunuhan ini didalangi oleh rasa dendam. Ibu tiri gadis itu diduga kesal karena suaminya lebih menyayangi anak tirinya.

"Diyakini bahwa ibu tiri gadis itu telah menyimpan dendam terhadap istri kedua suaminya beserta anak-anaknya," beber Hussain.

"Pembunuhan gadis itu tergolong sadis. Dia dibunuh dengan kapak usai diperkosa. Bahkan salah satu pelaku mencungkil mata korban dengan pisau tajam dan menuangkan cairan asam ke tubuhnya," lanjutnya.

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini membuat geger masyarakat setempat. Terlebih kasus serupa telah berkembangan di India sejak 2012 lalu. Saat itu, mahasiswa berusia 23 tahun diperkosa secara bergilir dalam bus di Delhi.

Kejahatan seksual juga memicu protes dari masyarakat. Mereka mendesak pemerintah untuk mengeluarkan undang-undang anti-pemerkosaan yang lebih ketat dengan ganjaran hukuman mati. (mdk/frh)

Baca juga:
India akan luncurkan informasi basis data para penjahat kelamin
Kambing hamil di India tewas usai diperkosa 8 pria
Horor Chennai, India diguncang kisah pemerkosaan yang terlalu keji untuk diceritakan
10 Siswa perkosa siswi SMA di India sampai pingsan
Bocah 11 tahun di India diperkosa 17 pria selama beberapa pekan
Anggota parlemen partai terkemuka di India didakwa perkosa remaja

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.