Ibu Kota Paling Tercemar di Asia Tenggara, Udara Jakarta Lebih Buruk dari Beijing

Ibu Kota Paling Tercemar di Asia Tenggara, Udara Jakarta Lebih Buruk dari Beijing
DUNIA | 26 Februari 2020 09:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - India kembali berada di posisi teratas daftar tahunan kota-kota yang memiliki kualitas udara terburuk, berdasarkan laporan terbaru. Sementara kota-kota di China terus menunjukkan peningkatan kualitas udaranya dibandingkan tahun sebelumnya,

Sebanyak 21 kota dari 30 kota di dunia dengan polusi udara terburuk berada di India, menurut data yang dikumpulkan IQAir AirVisual dalam Laporan Kualitas Udara Dunia 2019 World Air Quality Report. Sementara di Asia Tenggara, Jakarta dan Hanoi disebut sebagai ibu kota negara paling berpolusi atau memiliki kualitas udara paling buruk.

Bahkan kualitas udara Jakarta disebut lebih buruk dari Beijing. Dikutip dari CNN, Rabu (26/2), untuk pertama kalinya Jakarta dan Hanoi menggantikan Beijing sebagai ibu kota paling tercemar atau berpolusi.

"Dalam pergeseran bersejarah yang mencerminkan industrialisasi yang cepat di kawasan itu," kata laporan itu.

Jakarta dan Hanoi memiliki tingkat PM 2,5 tahunan yang sekitar 20 persen lebih tinggi dari Beijing, menurut laporan itu.

"Kota-kota yang tumbuh cepat perlu membuat pilihan jika mereka ingin tumbuh secara berkelanjutan," kata Direktur Pemantauan Kualitas Udara di IQAir, Yann Boquillod.

Jakarta adalah kota paling berpolusi di Asia Tenggara dan ibu kota negara kelima yang paling berpolusi, naik dari peringkat 10 pada 2018, menurut laporan tersebut.

"Pertumbuhan cepat kota ini bertepatan dengan tingkat PM 2,5 yang tinggi, karena populasi yang bertambah menambah kemacetan lalu lintas, dan permintaan energi berbasis batu bara," kata laporan AirVisual.

1 dari 1 halaman

Buruknya udara di suatu kota dinilai dari level PM 2,5, yakni partikel di udara yang bisa menyebabkan penyakit pernapasan seperti asma, kanker paru-paru, hingga penyakit jantung.

Polusi di Jakarta naik 66 persen sejak 2017. Jakarta juga naik peringkat dari tahun sebelumnya yang berada di ranking 10.

Meski demikian, udara di Tangerang Selatan, Banten, juga dilaporkan sangat buruk bahkan melebihi Jakarta. Rata-rata tahunan kualitas udara di Tangsel sudah mencapai level merah alias tidak sehat.

Enam kota dengan rata-rata kualitas udara terburuk di Indonesia adalah Bekasi, Tangerang Selatan, Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, dan Ubud.

Pada level negara, peringkat buruknya kualitas udara Indonesia juga naik dari ranking 11 menjadi ranking 6.

Faktor-faktor yang menyebabkan polusi udara adalah kota-kota yang makin padat, asap kendaraan, tenaga pembangkit tenaga batu bara, pembakaran agrikultural, dan emisi industri.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6 (mdk/pan)

Baca juga:
Walhi: Sadar Lingkungan, China Pindahkan Industri Kotor ke Indonesia
Penyebab Pencemaran Udara dan 5 Cara Mengatasinya
Kebijakan Pembatasan Emisi, Mampukah Kurangi Polusi?
Melihat Wajah Polusi Udara di Langit Jakarta
Paparan Polusi Udara dalam Waktu Lama Bisa Sebabkan Munculnya Masalah Tulang
Pemprov DKI Klaim Kualitas Udara di Jaktim Membaik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami