Ilmuwan Inggris Kembangkan Alat Tes Bisa Deteksi Covid-19 Sebelum Muncul Gejala

Ilmuwan Inggris Kembangkan Alat Tes Bisa Deteksi Covid-19 Sebelum Muncul Gejala
DUNIA | 6 April 2020 08:48 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Angka kematian karena virus corona di Inggris baru-baru ini melampaui China. Menurut penasihat Perdana Menteri Boris Johnson, Profesor Neil Ferguson, jaga jarak sosial kemungkinan dapat menurunkan angka kematian dalam sepekan atau dua pekan ke depan, ketika kasus di negara itu diperkirakan akan melonjak.

Penelitian di Universitas Newcastle tengah mengembangkan sebuah alat tes yang hanya memerlukan waktu singkat untuk mendeteksi infeksi virus corona, bahkan sebelum muncul gejala, seperti dilaporkan The Sunday Telegraph.

Dilansir dari Sputnik News, Senin (6/4), tes dengan alat ini menggunakan darah, air liur, atau urine, untuk menelusuri neopterin - salah satu tanda awal infeksi sistem kekebalan tubuh.

1 dari 1 halaman

Namun ditekankan, tanda itu tidak secara spesifik mengidentifikasi virus corona, tapi bisa menjadi tanda krusial awal, sehingga bisa menentukan seseorang harus melakukan isolasi diri untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Inggris mengonfirmasi hampir 42.000 kasus virus corona. Sementara itu angka kematian sebanyak 4.313.

Pangeran Charles, PM Boris Johnson, Menteri Kesehatan Matt Hancock, adalah sejumlah tokoh penting yang didiagnosa terinfeksi Covid-19 dan harus melakukan isolasi diri. (mdk/pan)

Baca juga:
Peneliti Monash University Temukan Obat Potensial Lawan Covid-19
WHO Kini Dukung Semua Orang Pakai Masker Cegah Penularan Virus Corona
Meksiko Hentikan Produksi Bir Corona di Tengah Wabah Covid-19
Pandemi Corona Bikin Bumi Jadi Sunyi dan Getarannya Berkurang
Sepi, Begini Suasana Kota Suci Makkah Saat Pemberlakuan Jam Malam
WNI Positif Corona di Luar Negeri Ada 210 Orang, 33 Dinyatakan Sembuh

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami