Ilmuwan Inggris Uji Coba Apakah Pasien Sembuh Bisa Tertular Lagi Covid-19

Ilmuwan Inggris Uji Coba Apakah Pasien Sembuh Bisa Tertular Lagi Covid-19
Margaret Keenan Orang Pertama Penerima Vaksin Covid-19 Pfizer. ©2020 Jacob King/Pool via REUTERS
DUNIA | 19 April 2021 18:06 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Ilmuwan Inggris pada Senin meluncurkan pengujian dengan menulari peserta yang telah terjangkit COVID-19 dengan virus corona lagi untuk memeriksa respons kekebalan dan melihat apakah orang dapat terinfeksi kembali.

Pada Februari, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang memberikan lampu hijau untuk "uji coba tantangan" pada manusia, yaitu sukarelawan sengaja ditulari COVID-19 untuk memajukan penelitian tentang penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Studi yang diluncurkan pada Senin itu berbeda dari yang diumumkan pada Februari lalu.

Studi kali ini berupaya untuk menginfeksi kembali orang-orang yang sebelumnya menderita COVID-19 guna memperdalam pemahaman tentang kekebalan manusia terhadap virus corona.

Pada studi sebelumnya, uji coba seperti itu dilakukan dengan menginfeksi orang untuk pertama kalinya.

"Informasi dari uji coba ini akan memungkinkan kami merancang vaksin dan perawatan yang lebih baik, dan juga untuk memahami apakah orang terlindungi setelah terjangkit COVID, dan untuk berapa lama," kata Helen McShane, ahli vaksinasi Universitas Oxford dan kepala peneliti dalam studi tersebut, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Senin (19/4).

Dia mengatakan bahwa studi itu akan membantu pemahaman tentang tanggapan kekebalan seperti apa yang dapat melindungi diri terhadap infeksi ulang.

Baca Selanjutnya: Para ilmuwan telah menggunakan uji...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami