Ilmuwan Serukan Penyelidikan Baru Asal Usul Virus Corona, Dengan atau Tanpa China

Ilmuwan Serukan Penyelidikan Baru Asal Usul Virus Corona, Dengan atau Tanpa China
tes swab di wuhan china. ©AFP
DUNIA | 8 April 2021 13:11 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pada Rabu, sekelompok ilmuwan dan peneliti internasional menyampaikan, penelitian gabungan WHO-China terkait asal usul virus corona tidak memberikan jawaban yang kredibel terkait bagaimana pandemi dimulai, dan penyelidikan yang lebih ketat diperlukan - dengan atau tanpa keterlibatan Beijing.

Penelitian bersama, yang dirilis pekan lalu, menyampaikan rute penularan SARS-CoV-2 yang paling mungkin ialah melibatkan kelelawar dan satwa liar lainnya di China dan Asia Tenggara. Sementara itu, kemungkinan virus penyebab Covid-19 itu bocor dari laboratorium dikesampingkan.

Dalam surat terbuka, 24 ilmuwan dan peneliti dari Eropa, Amerika Serikat, Australia dan Jepang mengatakan penelitian itu ternodai oleh politik.

“Titik awal mereka adalah, mari kita berkompromi sebanyak yang diperlukan untuk mendapatkan kerja sama minimal dari China,” kata Jamie Metzl, dari wadah pemikir Dewan Atlantik, yang merancang surat itu, dikutip dari Reuters, Kamis (8/4).

Surat tersebut mengatakan kesimpulan penelitian didasarkan pada penelitian China yang tidak dipublikasikan, sementara catatan kritis dan sampel biologis "tetap tidak dapat diakses".
Pekan lalu, Dirjen WHO, Tedros Adhanon Ghebreyesus mengatakan China menyembunyikan data tersebut.

Namun Liang Wannian, pakar Covid-19 senior China, membantah hal ini dan tampaknya mengesampingkan penyelidikan bersama lebih lanjut di China, mengatakan fokus penelitian harus dialihkan ke negara lain.

Metzl mengatakan dunia mungkin harus "kembali ke Rencana B" dan melakukan penyelidikan "dengan cara yang paling sistematis" tanpa keterlibatan China.

Baca Selanjutnya: China membantah tuduhan bahwa SARS-CoV-2...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami