Ilmuwan Siapkan 'Kotak Hitam' untuk Merekam Bagaimana Jika Kiamat Terjadi

Ilmuwan Siapkan 'Kotak Hitam' untuk Merekam Bagaimana Jika Kiamat Terjadi
Ilustrasi kiamat. © Listverse.com
DUNIA | 28 Juni 2022 19:00 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Para ilmuwan telah mempersiapkan sebuah "kotak hitam" untuk hari kiamat. Apa maksudnya? Jika manusia punah, para peneliti memutuskan bahwa membangun sebuah kotak raksasa yang tidak bisa ditembus untuk merekam data ilmiah, tujuannya untuk membantu peradaban di masa depan mendapatkan wawasan bagaimana kiamat terjadi.

Disebut Kotak Hitam Bumi, alat ini akan semacam balok besi besar yang akan dibangun di daerah terpencil Tasmania, Australia.

Dikutip dari laman The Independent, Selasa (28/6), ini mirip dengan kotak hitam dalam pesawat yang memberikan penyelidik informasi penting untuk mengetahui penyebab kecelakaan udara.

Para peneliti untuk proyek 'kotak hitam kiamat' ini berasal dari Universitas Tasmania, agensi pemasaran Clemenger BBDO, dan agensi kreatif The Glue Society. Kelompok ini merancang kotak hitam tersebut untuk mencatat data iklim seoperti tingkat CO2 di atmosfer, tingkat konsumsi energi, dan suhu laut. Kotak ini juga memuat informasi dari unggahan media sosial dan headline berita.

Direktur Kreatif Eksekutif Clemenger BBDO, Jim Curtis menyampaikan kepada ABC, alat ini bisa diakses siapapun di sekitarnya dan bisa belajar dari informasi yang termuat di dalamnya.

2 dari 2 halaman

Dibuat dari baja

Kotak itu akan dibuat dari baja setebal tiga inci dan ditutup granit.

Di dalam kotak itu akan berisi alat penyimpanan yang terkoneksi internet yang dayanya berasal dari panel surya di bagian atas kotak.

Salah satu pendiri The Glue Society, Jonathan Kneebone mengatakan kepada ABC, kotak ini "dibangun untuk hidup lebih lama dari kita semua."

"Jika hal terburuk benar-benar terjadi, walaupun jaringan listrik mati, alat ini masih akan tetap di sini."

Masalah terbesar bagi tim saat ini adalah bagaimana membantu peradaban masa depan mendapat informasi yang tersimpan dalam alat ini. (mdk/pan)

Baca juga:
Ilmuwan Temukan Bakteri Terpanjang di Dunia, Seukuran Organ Manusia
Temukan Harta Karun di Luar Angkasa, NASA Tunda Misi Penelitian
Bayi Mammmoth Utuh Berusia 30.000 Tahun Ditemukan di Kanada
Fosil Kura-Kura Hamil yang Terkubur 2.000 Tahun Lalu Ditemukan di Situs Pompeii
Ikan Air Tawar Terbesar Ditemukan di Sungai Mekong Kamboja, Beratnya 300 Kg
Lima Planet akan Sejajar dengan Bulan pada 24 Juni, Begini Cara Melihatnya
Peneliti China Buat Alat 'Pembaca Pikiran' untuk Deteksi Orang yang Nonton Porno

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini