India-Pakistan Kembali Baku Tembak di Kashmir, 10 Orang Tewas

DUNIA | 21 Oktober 2019 20:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - India dan Pakistan akhir pekan kemarin saling menuding satu sama lain karena bombardir artileri lintas-perbatasan di wilayah Kashmir.

Serangan bombardir itu menewaskan dan melukai tentara serta warga sipil di kedua sisi dan menjadikannya salah satu hari paling mematikan sejak New Delhi mencabut status khusus Kashmir pada Agustus 2019 lalu.

Para pejabat dari kedua negara menuduh militer satu sama lain menembak melintasi perbatasan de facto, yang dikenal sebagai Line of Control (LoC). Jumlah korban tewas dalam putaran penembakan terbaru naik menjadi setidaknya 10, menurut hitungan kantor berita AFP, seperti dikutip dari Aljazeera, Senin (21/10).

India mengatakan, ada penembakan hebat oleh Pakistan di seberang perbatasan di wilayah Tangdhar di Kashmir utara pada Sabtu 19 Oktober 2019 malam waktu lokal, menewaskan dua tentara India dan satu warga sipil.

Jenderal Bipin Rawat, kepala militer India, mengatakan kepada wartawan di New Delhi bahwa pasukannya menggunakan tembakan artileri yang lebih besar untuk mengenai "kamp-kamp teroris" di seberang perbatasan.

Tetapi Islamabad menuduh tentara India menargetkan warga sipil, dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan bahwa enam tewas, sementara beberapa lainnya --termasuk wanita dan anak-anak-- terluka parah di daerah dekat LoC.

Militer Pakistan menambahkan, seorang tentara juga tewas, sehingga jumlah korban di Kashmir yang dikelola Pakistan menjadi tujuh.

Juru bicara pertahanan India Kolonel Rajesh Kalia mengatakan bahwa ini adalah pelanggaran gencatan senjata, yang sebelumnya tidak pernah disepakati oleh Pakistan.

"Pasukan kami membalas dengan keras, menyebabkan kerusakan parah dan korban pada musuh," kata Kolonel Kalia.

Tentara Pakistan juga mengklaim bahwa serangan India di sektor Jura, Shahkot dan Nowshera "tidak diprovokasi" dan secara sengaja menargetkan warga sipil.

Mayor Jenderal Asif Ghafoor, juru bicara Angkatan Bersenjata Pakistan, mengatakan Pakistan merespons "secara efektif", menewaskan sembilan tentara India, melukai beberapa lainnya dan menghancurkan dua bunker.

Islamabad telah memanggil utusan India untuk memprotes penembakan dan pembunuhan. Pakistan juga berencana mengundang diplomat dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Amerika Serikat dan Rusia, mengunjungi perbatasan LoC dan melihat bahwa tidak ada kamp pemberontak di Kashmir seperti yang dituduhkan India.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sebulan Diblokade India, Situasi Kashmir Masih Jauh dari Normal
Pengakuan Warga Kashmir yang Ditahan dan Disiksa Aparat India
Aparat India Diduga Siksa Warga Kashmir Setelah Status Otonomi Dicabut
'Tak Ada Pekerjaan di Srinagar, yang Ada Hanya Ketakutan'
DPR Minta Menlu Gelar Diplomasi Damai dengan India & Pakistan Soal Konflik Kashmir

(mdk/pan)