India Prediksi China akan Kerahkan Kapal Induk ke Samudra Hindia

India Prediksi China akan Kerahkan Kapal Induk ke Samudra Hindia
DUNIA | 6 Januari 2020 15:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - China akan mengirim kapal induknya ke wilayah samudera Hindia. Demikian disampaikan Wakil Laksamana Komando Angkatan Laut Wilayah Selatan India, AK Chawla, Minggu (5/1).

Chawla menjadi pembicara dalam agenda "Strategi Maritim China", yang diselenggarakan Yayasan Maritim India.

Dia menyampaikan, Angkatan Laut China melakukan pelanggaran di wilayah samudera Hindia dari 1985. Pada 2008, China mulai memasuki wilayah tersebut dengan dalih patroli anti pembajakan.

"Kemudian China mengerahkan kapal selam nuklirnya untuk tujuan yang sama. Pada 2012, China mulai mengerahkan sejumlah kapal intelijennya untuk mengumpulkan sinyal, intelijen elektronik dan pemetaan dasar laut," jelasnya, seperti dikutip dari Times of India, Senin (6/1).

Pada tahun 2013, lanjut Chawla, China mengerahkan kapal selam konvensional dan nuklirnya di wilayah tersebut.

"Mempertimbangkan seluruh pergerakan ini, China akan menerjunkan kapal induknya di wilayah (Samudera Hindia) dalam tahun-tahun mendatang," jelasnya.

Chawla mengatakan, China berinvestasi cukup besar dalam proyek maritim utama dan non maritim, khususnya di Sri Lanka dan Pakistan, untuk membangun "pangkalan strategis".

"Pergerakan ini merupakan perhatian utama India saat negara-negara ini harus melunasi utang kepada China dan nantinya mereka akan menyerahkan proyeknya ke China. Sri Lanka menyerahkan pelabuhan strategis Hambantota ke China atas kontrak sewa 99 tahun pada 2017," jelasnya.

BRI (Belt and Road Initiative) yang dibiayai China menurutnya bakal menjadi jebakan mati bagi negara-negara seperti Pakistan, Sri Lanka dan lainnya dimana perusahaan-perusahaan China melakukan investasi besar dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Koridor Ekonomi China Pakistan (CPEC) akan menjadi bukti jebakan mematikan bagi Pakistan dalam tahun-tahun mendatang.

"Pakistan harus membayar pinjaman ke China karena hal ini. Faktanya, dia harus membayar setidaknya USD 7 miliar sampai USD 8 miliar setiap tahun dalam beberapa dekade. Itu akan menyulitkan Pakistan, mengingat kondisi perekonomiannya saat ini," jelasnya.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur di pelabuhan Gwadar, Provinsi Baluchistan, Pakistan akan memberi akses bagi AL China ke Laut Arab dan akan menjadikan pakistan sebagai umpan untuk melawan India.

"Tapi akan sulit bagi AL China untuk melakukan operasi dengan pasukan penuh di Samudera Hindia, mengingat lokasi geografisnya dan pangkalan asing di sana," jelasnya.

1 dari 1 halaman

China meluncurkan dua kapal penghancur dan membangun dermaga besar-besaran di pangkalan angkatan laut Djibouti di Samudra Hindia agar kapal induknya bisa merapat ke wilayah tersebut. Media pemerintah menggambarkan 2019 sebagai "tahun panen" bagi militer Cina, karena kepemilikan berbagai jenis senjata modern.

China juga dilaporkan menambah kapal AL baru setiap bulan, sebagaimana dilansir dari The Economic Times, Senin (6/1).

Sejak merombak kembali doktrin militer pada 2013, militer China memperbesar AL dalam rangka memperluas pengaruh China dan jangkauan global.

China berencana memiliki sekitar lima hingga enam kapal induk dalam beberapa tahun mendatang, menurut laporan media pemerintah.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Kolonel Wu Qian telah mengkonfirmasi laporan bahwa China sedang membangun dermaga sepanjang 400 meter di Djibouti, Afrika untuk merapatkan kapal induknya.

"Pembangunan fasilitas terkait berjalan sesuai rencana," katanya. (mdk/pan)

Baca juga:
Pemerintah Diminta Tegas Soal Perairan Natuna
Saudi Sebut Kematian Qassim Sulaimani Tak Perlu Diratapi, China Tuding AS Serampangan
Mahfud MD: Natuna Tidak Ada Sengketa, Mutlak Milik Indonesia Secara Hukum
DPR: Klaim China Soal Natuna Langgar Hukum Internasional, Tak Perlu Kompromi
Bamsoet Soal Natuna: Kalau Lembek, Negara Mana Pun Menginjak-injak Harga Diri Kita
Anggota DPR Minta Pemerintah Tak Terprovokasi oleh China Soal Natuna

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami