India Tegaskan Tak Ada Kekuatan di Bumi Dapat Hentikan Tentaranya Patroli di Ladakh

India Tegaskan Tak Ada Kekuatan di Bumi Dapat Hentikan Tentaranya Patroli di Ladakh
PM India inspeksi pasukan militer di perbatasan dengan China. ©India's Press Information Bureau/Handout via REUTERS
DUNIA | 18 September 2020 11:56 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Menteri Pertahanan India Rajnath Singh, belum lama ini menyampaikan kurangnya solusi yang dapat diterima bersama dengan China adalah alasan untuk memanasnya ketegangan perbatasan di Ladakh.

Kedua negara ini telah mengadakan pembicaraan di berbagai tingkat setelah bentrokan mematikan pada pertengahan Juni, namun perselisihan tersebut belum terselesaikan. Singh menegaskan, tidak ada kekuatan apapun di bumi yang dapat menghentikan pasukan India.

“Tidak ada kekuatan di bumi yang dapat menghentikan pasukan India dari berpatroli di perbatasan negara, para tentara telah mengorbankan hidup mereka di Ladakh untuk menjaga kesucian perbatasan kami,” jelasnya, seperti dikutip dari Sputnik News, Jumat (18/9).

Dalam pernyataan sebelumnya, Rajnath Singh mengatakan New Delhi telah menyampaikan kepada Beijing bahwa setiap upaya untuk “mengubah status quo secara sepihak tidak dapat diterima”.

Dia menegaskan, India ingin menyelesaikan situasi saat ini melalui dialog dan melakukan hubungan diplomatik dan militer dengan China, namun mereka kembali menggunakan manuver militer yang provokatif pada 29-30 Agustus dalam upaya untuk mengubah status quo di kawasan Tepi Selatan Pangong.

“Meskipun tidak ada yang meragukan tekad kami untuk menjaga perbatasan kami, India percaya bahwa saling menghormati dan kepekaan adalah dasar untuk hubungan damai dengan tetangga,” tegas Singh.

2 dari 2 halaman

Ketua Rajya Sabha dan Wakil Presiden M. Venkaiah Naidu meminta pemerintah untuk meyakinkan para pemimpin semua partai politik tentang masalah kebuntuan perbatasan dengan China.

Pernyataan itu muncul dengan latar belakang laporan bahwa China telah menyusup sekitar 8 km di tepi Utara Danau Pangong, dan pasukan India telah dilarang berpatroli di luar Finger 4 sejak April. Secara tradisional, India dulu berpatroli hingga Finger 8 yang diklaim sebagai LAC namun China mengklaim hingga Finger 4.

Taji pegunungan di tepi utara Danau Pangong menjulur ke arah danau seperti telapak tangan dengan tonjolan yang tampak seperti jari, mereka dibatasi pada peta sebagai “Fingers”.

India dan China bertenaga nuklir berbagi perbatasan 3.500 kilometer (2.175 mil) yang dikenal sebagai LAC, ini membentang dari wilayah Ladakh di utara hingga negara bagian Sikkim di India. Di bagian timur, melewati sebuah danau di kawasan Danau Pangong.

India menguasai bagian barat dari danau sepanjang 45 km, sedangkan sisanya sekitar 119 km di bawah kendali China. Sebagian besar bentrokan antara kedua negara ini terjadi di Lembah Galwan, Ladakh.

Reporter Magang: Galya Nge

(mdk/pan)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami