Indonesia Nilai Tidak Ada Indikasi Perang Terbuka Iran Lawan Amerika Serikat

Indonesia Nilai Tidak Ada Indikasi Perang Terbuka Iran Lawan Amerika Serikat
DUNIA | 23 Januari 2020 19:12 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dalam dua pekan terakhir memanas. Memburuknya hubungan kedua negara dipicu pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani pada 3 Januari lalu. Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran itu dibunuh atas perintah Presiden AS Donald Trump.

Mengamati situasi terkini di kawasan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI menilai tak ada indikasi perang terbuka Iran lawan AS di kawasan tersebut. Sejak konflik kedua negara memanas, banyak pihak memprediksi akan memicu Perang Dunia III.

"Kalau indikasi perang terbuka tidak ada tapi tidak berhenti sampai di situ karena banyak isu yang belum diselesaikan dan harus antisipasi kemungkinan terjadinya eskalasi," kata Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ferdy Piay, dalam diskusi Amerika versus Iran; Masa Depan Perdamaian Dunia yang diselenggarakan Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) di Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

1 dari 2 halaman

Trump juga Ditekan di Dalam Negeri

ditekan di dalam negeri rev1

Ferdy mengatakan, saat ini AS khususnya Presiden Donald Trump tengah fokus persiapan Pemilu yang akan diselenggarakan akhir tahun ini. Trump kembali mencalonkan diri dari Partai Republik.

Selain itu menurutnya tak terlalu banyak agitasi dari pihak AS. Pemerintahan Trump juga banyak mendapat tekanan yang cukup kuat dari dalam negeri.

Dari sisi Iran, lanjut Ferdy, pemerintah Iran sangat hati-hati dalam bertindak. Apalagi saat ini kepercayaan masyarakat Iran terhadap pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berkurang. Baru-baru ini warga Iran berunjuk rasa menuntut Khamenei mengundurkan diri setelah militer Iran mengakui tak sengaja menembak pesawat penumpang maskapai Ukraina.

2 dari 2 halaman

Namun menurutnya hal yang juga perlu diwaspadai adalah proksi Iran yang semakin kuat dan dikhawatirkan mereka yang akan membalas tindakan AS.

"Kita harus awasi jangan sampai AS terpaksa lakukan tindakan lagi," ujarnya.

Ferdy menyampaikan, Indonesia juga terus mendorong penurunan eskalasi di kawasan Timur Tengah khususnya antara Iran dan AS.

"Kami akan terus dorong," ujarnya.

Hal yang juga menjadi perhatian Kemenlu RI adalah perlindungan WNI di kawasan tersebut.

"Kalau terjadi eskalasi kita tidak bisa take it for granted dan masyarakat juga sudah semakin aware dan konflik terbuka mudah sekali terjadi apalagi dengan banyak proksi. Dan ke depan fokus kita lebih ke situ," pungkasnya. (mdk/pan)

Baca juga:
DPR Minta Indonesia Gunakan Segala Cara untuk Ajak AS dan Iran Turunkan Ketegangan
Sayembara Iran Berhadiah Jutaan Dolar Demi Nyawa Donald Trump
Sederet Alasan Rakyat Amerika Dukung Presiden Donald Trump Dilengserkan
Ahmad Hamzah Tawarkan Hadiah Rp40 Miliar Bagi Orang yang Bisa Bunuh Trump
Begini Cara Hollywood 'Cuci Otak' Rakyat Amerika Serikat Agar Benci kepada Iran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami