Indonesia Tetap Beri Obat Anti-Malaria ke Pasien Covid-19 meski Dilarang di Eropa

Indonesia Tetap Beri Obat Anti-Malaria ke Pasien Covid-19 meski Dilarang di Eropa
DUNIA | 29 Mei 2020 15:19 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Indonesia tetap menganjurkan penggunaan dua obat anti-malaria untuk pasien Covid-19 dengan pemantauan dokter, kendati beberapa negara Eropa melarang penggunaan obat tersebut karena alasan keamanan. Hal ini disampaikan seorang juru bicara gugus tugas nasional penanganan Covid-19 Indonesia pada Kamis.

Sejak akhir Maret, Indonesia merekomendasikan chloroquine dan obat sejenis turunannya, hydroxychloroquine, diberikan secara luas termasuk kepada pasien virus corona untuk meringankan gejala berat, menurut pedoman dari BBPOM, dikutip dari Reuters, Jumat (29/5).

Pada pekan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan menghentikan sementara uji coba solidaritas obat ini, yang sedang menguji hydroxychloroquine di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia.

Dalam sebuah laporan yang dikirim WHO ke Kementerian Kesehatan RI dan Asosiasi Pulmonolog, yang ditinjau Reuters, WHO mengatakan penggunaan obat-obatan itu pada pasien Covid-19 harus ditunda.

Wiku Adismasmito, dari gugus tugas nasional Covid-19 Indonesia, mengatakan, Indonesia akan mematuhi saran sehubungan dengan uji coba tersebut, tetapi tetap menggunakan secara umum di bawah pengawasan ketat.

"Menurut Departemen Kesehatan, pedoman perawatan pasien yang diterbitkan oleh lima profesi medis tetap menilai penggunaan obat ini, dengan dosis yang lebih kecil dan durasi pemberian yang lebih pendek," jelasnya.

Indonesia, lanjutnya, akan menunggu saran lebih lanjut dari WHO terkait keamanan dua obat ini, yang diharapkan keluar pada pertengahan Juni.

1 dari 1 halaman

Dilarang di Eropa

Setelah beberapa optimisme awal seputar obat-obatan yang tidak terbukti, Indonesia meningkatkan produksi obat antimalaria secara lokal.

Dalam beberapa bulan terakhir uji coba klinis di Perancis, Brasil dan Amerika Serikat telah mengindikasikan dua obat ini bisa mengakibatkan peningkatan risiko gangguan irama jantung dan kematian.

Pemerintah Prancis, Belgia dan Italia melarang penggunaan dua jenis obat ini pada Rabu, setelah uji coba klinis global kedua yang dipimpin Universitas Oxford. (mdk/cob)

Baca juga:
Bantah WHO, Dokter Paru Sebut Chloroquine Aman Buat Pasien Covid-19
WHO Desak Indonesia Setop Penggunaan Hydroxychloroquine karena Berbahaya
WHO Hentikan Kajian Hydroxychloroquine Sebagai Obat Covid-19 Karena Berbahaya
Viral, Video Petugas Kesehatan Jatuh Pingsan Diduga Karena Dehidrasi dan Kelelahan
Uji Coba ke Hewan Sukses, Peneliti China Kian Dekat dengan Vaksin Corona
CEK FAKTA: Disinformasi Kabar Obat Tocilizumab Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5