Indonesia Tolak Keras Keputusan AS Dukung Israel Klaim Dataran Tinggi Golan

DUNIA | 27 Maret 2019 19:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, menolak keras keputusan Amerika Serikat yang mendukung klaim sepihak Israel atas Dataran Tinggi Golan yang dipersengketakan dengan Suriah.

Penolakan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, A M Fachir dalam pertemuan di Dewan Keamanan PBB di New York kemarin.

Wamenlu Fachir menegaskan posisi Indonesia yang mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Suriah.

"Indonesia menolak keras adanya pengakuan AS bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan bagian dari Israel. Tindakan ini tidak bisa diterima dengan standar apapun, khususnya Resolusi DK PBB," demikian tegas Wamenlu seperti dikutip dari Kemlu.go.id, Rabu (27/3).

Lebih lanjut, Wamenlu Fachir menjelaskan bahwa pengakuan AS akan mengganggu upaya-upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Sementara dalam sebuah siaran pers resmi, Kemlu RI menyatakan mengakui Dataran tinggi Golan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Suriah yang saat ini diduduki Israel pasca perang 1967.

Posisi Indonesia ini berdasarkan pada prinsip dalam Piagam PBB mengenai penghormatan atas kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara, serta berbagai elemen yang terkandung pada resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait Dataran Tinggi Golan, antara lain Resolusi 242 (1967), 338 (1973) dan 497 (1981) yaitu:

1. Penolakan terhadap perolehan suatu wilayah yang dilakukan secara paksa.
2. Penarikan mundur pasukan Israel dari wilayah Dataran Tinggi Golan
3. Penolakan terhadap jurisdiksi hukum Israel atas Dataran Tinggi Golan
4. Penegasan bahwa langkah Israel untuk menduduki Dataran Tinggi Golan adalah tidak sah dan tidak memiliki dampak hukum internasional

Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk terus menghormati hukum internasional dan piagam PBB serta tetap berpedoman kepada Resolusi PBB terkait dalam mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel, sebagai bentuk dukungan terhadap Negeri Bintang David yang telah secara sepihak mengklaim area yang dipersengketakan dengan Suriah itu.

Pengakuan itu dibuat oleh Trump saat menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih dua hari lalu.

Reporter: Rizki Akbar Hasan

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Israel Kerahkan Serangan Rudal ke Gaza Meski Sepakat Lakukan Gencatan Senjata
Deretan Tank Israel Susun Formasi Siap Tempur di Perbatasan Dekat Jalur Gaza
Kerusakan Parah Akibat Serangan Udara Israel di Jalur Gaza
Negara Teluk Tolak Pengakuan AS Soal Israel Kuasai Dataran Tinggi Golan
Balas Serangan Roket, Israel Bombardir Gaza
Israel Gempur Jalur Gaza

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.