Ini Biaya Fantastis yang Dikeluarkan Amerika Serikat Dalam Perang-perang Besar

DUNIA | 22 November 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Amerika Serikat telah mengalami peperangan terbesar dalam sejarah. Peperangan tersebut butuh mengeluarkan dana yang cukup besar. Ada berbagai cara dilakukan AS untuk mengumpulkan dana demi biaya perang. Salah satunya menaikkan pajak pendapatan hingga 90 persen.

Terbaru, pasca peristiwa 9/11 di Timur Tengah dan Asia, Amerika Serikat mengeluarkan dana mencapai USD 6,4 triliun. Berikut anggaran perang fantastis yang pernah dikeluarkan Amerika Serikat dalam perang-perang besar di abad 20 dan abad 21:

1 dari 6 halaman

Perang Dunia I

Perang Dunia 1 terjadi antara Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang ini melibatkan semua kekuatan besar dunia yang terbagi menjadi dua aliansi bertentangan, yaitu Sekutu (Britania Raya, Perancis, dan Rusia) dan Blok Sentral (Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia) Pada akhir perang, lebih dari 17 juta orang terbunuh.

Perang Dunia I juga memakan biaya yang sangat besar. Menurut perkiraan Congressional Research Service, Amerika Serikat mengeluarkan dana sekitar USD 334 miliar atau Rp4,705 triliun.

2 dari 6 halaman

Biaya Perang Dunia II

Menurut data dari Layanan Penelitian Kongres AS, Perang Dunia II menelan biaya USD 4,1 triliun atau Rp57,759 triliun.

Untuk membantu membiayai perang, pajak penghasilan Amerika dinaikan ke tingkat tertinggi dalam sejarah. Untuk tahun 1944 dan 1945, jumlah pendapatan AS di atas USD 200.000 atau Rp2 miliar, dikenakan pajak dengan tarif pajak marjinal sebesar 94 persen. Setelah perang, pajak diturunkan menjadi 91 persen.

3 dari 6 halaman

Perang Korea

Dua negara adidaya yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet terlibat dalam Perang Korea. Amerika Serikat mendukung Korea Selatan dan Uni Soviet dukung Korea Utara.

Perang Korea terjadi karena dua wilayah Korea yakni Selatan dan Utara usai Perang Dunia II 'diduduki' oleh dua negara adidaya. Korea Selatan condong ke Amerika Serikat, sementara Korea Utara lebih ke Uni Soviet dengan ideologi komunisnya.

Perang ini dimulai pada 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953. Amerika Serikat sempat mengeluarkan dana hingga USD 341 miliar untuk membiayai perang ini.

4 dari 6 halaman

Biaya Perang Vietnam

Perang Vietnam adalah kampanye militer yang diluncurkan oleh Vietnam Utara melawan Vietnam Selatan. Perang saudara Vietnam dimulai pada tahun 1959. Amerika Serikat mendukung Vietnam Selatan, sementara Cina dan Uni Soviet mendukung Vietnam Utara. Pada tahun 1965, Amerika Serikat secara resmi memasuki perang sebagai tanggapan atas serangan Vietnam Utara terhadap kapal militer AS. Keterlibatan AS berakhir pada 1973. Perang berakhir pada 1975.

Perang Vietnam menelan biaya USD 168 miliar atau Rp2,366 triliun. Biaya itu termasuk USD 111 miliar atau Rp1,563 triliun untuk operasi militer dan USD 28,5 miliar atau Rp401 triliun untuk bantuan ke Vietnam Selatan. Kemudian ada kompensasi untuk veteran dan keluarga Vietnam masih menelan biaya USD 22 miliar per tahun. Kemudian, anak-anak veteran menerima tunjangan sampai usia 18 tahun. Jika anak-anak cacat, mereka menerima tunjangan seumur hidup. Sejak 1970, manfaat pasca-perang untuk veteran dan keluarga menelan biaya USD 270 miliar atau Rp3,802 triliun.

Amerika Serikat ikut andil dalam Perang Vietnam. Bahkan negara ini mengeluarkan dana lebih dari USD 141 miliar atau Rp1,985 triliun di Vietnam Selatan pada tahun 1961 sampai perang usai. Kemudian, lebih dari USD 7.000 atau Rp98 juta untuk masing-masing 120 juta penduduk Vietnam Selatan kala itu.

5 dari 6 halaman

Perang Teluk

Perang Teluk Persia terjadi pada 1990-1991. Menanggapi invasi Irak ke Kuwait pada Agustus 1990, Amerika Serikat dan negara-negara lain meluncurkan operasi militer yang dikenal sebagai Operation Desert Shield dan Operation Desert Storm. Kuwait memang kewalahan melawan Irak. Alhasil Kuwait meminta bantuan Amerika Serikat.

Dalam Perang Teluk, Amerika Serikat mengeluarkan dana sebanyak USD 102 miliar atau Rp1,436 triliun untuk biaya peperangan.

6 dari 6 halaman

Biaya Perang dan Aksi Militer Pasca peristiwa 9/11

Amerika Serikat mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perang dan aksi militer anti teror pasca peristiwa 9/11. Menurut hasil kajian yang dirilis Institut Watson untuk Hubungan Publik dan Internasional di Universitas Brown, AS menghabiskan USD 6,4 triliun dari pajak untuk perang dan aksi militer pasca peristiwa 9/11 di Timur Tengah dan Asia atau sejak 2001.

Total lebih dari USD 2 triliun dari seluruh pengeluaran pemerintahan federal selama tahun fiskal 2019. Pemerintah AS menghabiskan USD 4,4 triliun selama tahun fiskal 2019 yang berakhir 30 September, menurut Kementerian Keuangan, dilansir dari laman CNBC, Kamis (21/11).

Menurut Neta Crawford, angka USD 6,4 triliun mencerminkan biaya di seluruh pemerintah federal AS karena dana perang Amerika tidak ditanggung sendiri oleh Kementerian Pertahanan. Pada Maret, Pentagon memperkirakan perang di Afghanistan, Irak, dan Suriah ditanggung masing-masing pembayar pajak sebesar USD 7.623 atau sekitar Rp107 juta sampai tahun fiskal 2018.

Crawford menjelaskan, pasca perang 9/11 di Irak, Afghanistan, Pakistan dan Suriah meluas ke lebih dari 80 negara, "menjadi perang global melawan teror". (mdk/dan)

Baca juga:
Bom Era PD II Seberat 250 Kg Diledakkan, 600 Warga Dievakuasi
Zulkifli Dapat Warisan Torpedo Peninggalan Perang Dunia dari Orang Tua
Mengenal Isi Konvensi Jenewa, Hukum Perang di Seluruh Dunia
5 Negara Paling Berbahaya di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Melihat Warisan Perang Dunia II di Museum Rumah Bundar Tarakan
Huthi Siap Lakukan Gencatan Senjata di Yaman Jika Koalisi Saudi Mau Berdamai