Wali kota muslim London sindir Islamofobia ala Donald Trump

Wali kota muslim London sindir Islamofobia ala Donald Trump
Sadiq Khan. ©REUTERS/Pool
DUNIA | 11 Mei 2016 07:13 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pekan lalu London memilih wali kota muslim pertama dalam sejarah inggris. Sadiq Khan, pria 45 tahun putra imigran asal Pakistan ini, berhasil meraup 57 persen dukungan, mengalahkan rival terdekatnya Zac Goldsmith dari Partai Konservatif yang cuma memperoleh 43 persen suara dalam pemilihan umum yang dihelat Jumat (7/5).

Kemenangan Khan ini hadir di masa genting. Bulan depan rakyat Inggris akan mengikuti referendum yang akan menentukan posisi mereka di Uni Eropa. Selain itu Islamofobia kini sedang hangat-hangatnya melanda Inggris dan Eropa.

Koran the Washington Post melaporkan, Selasa (10/5), Khan kini dihadapkan pada kondisi masyarakat Inggris, khususnya London, yang terbelah lantaran isu Islamofobia. Tapi pria putra sopir bus itu sudah menegaskan, London merangkul segala nilai kebaikan dari berbagai budaya, masyarakat yang demokratis. "Anda boleh jadi keturunan imigran atau berasal dari kalangan miskin, atau etnis dan penganut agama minoritas, tapi Anda dihormati sebagaimana Anda apa adanya dan kontribusi Anda," ujarnya.

Sementara itu, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump pekan lalu sempat membuat warga London geram lantaran pernyataannya yang mengatakan ada beberapa kawasan di kota itu yang bahkan polisi pun tidak berani berpatroli karena sudah sangat teradikalisasi.

Khan bukan menutup mata atas pandangan orang terhadap agamanya. Dia berangkat sebagai pengacara hak asasi kemudian menjadi politisi Partai Buruh. Dalam wawancara dengan the Washington Post, dia mengomentari pernyataan Trump yang pernah bilang akan melarang seluruh muslim masuk ke AS.

"Saya harus buru-buru ke Amerika sebelum November karena kalau Trump menang, saya pasti tidak boleh ke AS," ujar Khan bercanda.

Dalam wawancara usai kemenangannya, Khan menyampaikan pernyataan serupa.

"Jika Donald Trump jadi presiden, saya akan berhenti ke AS karena agama saya," kata dia kepada majalah Time yang terbit Senin kemarin.

Sedangkan Trump mencoba memperbaiki pernyataan soal muslim itu dan menunjukkan simpati pada Khan. "Akan selalu ada pengecualian," kata Trump, kutip New York Times, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/5).

Trump mengaku senang atas kemenangan Khan, "Anda memimpin dengan contoh, selalu dengan contoh, jika melakukan kerja baik..akan menjadi sesuatu yang luar biasa," sambungnya.

Khan kerap mengutarakan janji kampanyenya yang berbunyi "jadilah muslim Inggris yang mengalahkan ekstremisme dan kaum radikal." (mdk/pan)

Sadiq Khan, sang wali kota muslim London berangkat kerja naik bus

Trump tidak akan larang wali kota muslim London masuki AS

Kisah masa kecil Sadiq Khan bikin Ahok makin semangat bangun rusun

Mengenal sosok Sadiq Khan, wali kota muslim pertama London

Muslim terpilih jadi Wali Kota, London banjir tagar #LondonHasFallen

Sadiq Khan, anak sopir bus yang jadi wali kota muslim pertama London

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami