Intelijen AS Sebut Rusia Campur Tangan Agar Trump Terpilih Kembali

Intelijen AS Sebut Rusia Campur Tangan Agar Trump Terpilih Kembali
DUNIA | 22 Februari 2020 07:50 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sejumlah pejabat intelijen Amerika Serikat pekan lalu memperingatkan anggota DPR tentang Rusia yang sedang campur tangan dalam kampanye pemilihan presiden 2020 supaya Presiden Donald Trump terpilih kembali. Kabar itu membuat Trump berang dan mengatakan kubu Partai Demokrat akan memanfaatkan isu ini untuk menjatuhkannya.

Dikutip dari laman the New York Times, Jumat (21/2), sehari setelah rapat pada 13 Februari lalu, Trump marah kepada Joseph maguire, pejabat pelaksana tugas direktur intelijen nasional, karena membiarkan rapat anggota dewan itu terjadi. Trump sangat kesal karena pada rapat itu Adam B. Schiff, sosok yang memimpin proses pemakzulan Trump sebelumnya ada di dalam rapat tersebut.

Dalam rapat dengan Komite Intelijen DPR, kubu Trump menolak kabar dari intelijen itu dengan alasan Trump sudah cukup keras terhadap Rusia dan dia sudah memperkuat keamanan di Eropa.

1 dari 2 halaman

Sejumlah pejabat intelijen menganggap rapat di DPR itu adalah sebuah kesalahan teknis. Mereka mengatakan harusnya kesimpulan rapat itu bisa dibuat tanpa harus membikin marah kubu Republik pendukung Trump. Pejabat intelijen yang menyampaikan kabar itu dalam rapat adalah Shelby Pierson, orang dekat Maguire dan punya reputasi sering berbicara blak-blakan.

Meski pejabat intelijen sebelumnya sudah memberi tahu anggota dewas bahwa Rusia masih terus campur tangan dalam kampanye pilpres AS, namun rapat pekan lalu di DPR AS itu menyampaikan informasi baru: Rusia bermaksud campur tangan dalam pemilu pendahuluan Demokrat 2020 dan juga pemilihan umum.

2 dari 2 halaman

Rabu lalu Trump mengumumkan dia mengganti Maguire dengan Richard Grenell, duta besar Jerman sekaligus pendukung Trump yang cukup vokal.

Juru bicara Kantor Direktur Intelijen Nasional dan para pejabat keamanan pemilu menolak berkomentar. Juru bicara gedung Putih juga belum menanggapi permintaan konfirmasi.

"Trump lagi-lagi membahayakan upaya kita untuk menghentikan campur tangan pihak asing," kata Schiff dalam komentarnya di Twitter. (mdk/pan)

Baca juga:
Serangan Trump ke Iran Dinilai Bagian Kampanye 2020 dan Pengalihan Isu Pemakzulan
Deklarasi Maju Pilpres 2020, Bos Media Michael Bloomberg Ingin Kalahkan Trump
Tajir Melintir, 5 Tokoh Ini Berniat Maju Capres Amerika Serikat 2020
Barack Obama Imbau Warga AS Tolak Pemimpin Rasial dan Umbar Ujaran Kebencian
Miliarder Michael Bloomberg Ingin Maju Pilpres AS Saingi Trump
Separuh Pemilih di AS Nilai Donald Trump Rasial

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami