Intelijen Peringatkan Rusia, Iran, dan China Bisa Campuri Pemilu AS

Intelijen Peringatkan Rusia, Iran, dan China Bisa Campuri Pemilu AS
DUNIA | 9 Agustus 2020 10:37 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Pejabat tinggi kontra intelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan soal upaya Rusia, China, dan Iran untuk mengintervensi pemilihan presiden AS tahun ini, dengan Rusia yang sudah mencoba melemahkan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.

William Evanina, direktur Kontra Intelijen dan Pusat Keamanan Nasional AS, dalam keterangannya pada Jumat (7/8), mengatakan negara-negara tersebut menggunakan disinformasi daring dan cara-cara lain untuk memengaruhi para pemilih.

Dikutip dari Antara, Sabtu (8/8), pihak asing itu juga dituduh akan mengintervensi sistem pemilu di AS dengan upaya sabotase proses pemungutan suara, mencuri data pemilihan, atau memicu munculnya keraguan mengenai validitas hasil pemilu.

"Akan menjadi sulit bagi pihak musuh kami untuk mengintervensi atau memanipulasi hasil pemilu dalam tahap ini," kata Evanina.

Sejumlah kajian yang dilakukan oleh beberapa lembaga intelijen AS menunjukkan kesimpulan bahwa Rusia sebelumnya beraksi dengan menaikkan kampanye presiden AS saat ini, Donald Trump, pada 2016 lalu, serta melemahkan kesempatan rivalnya saat itu, Hillary Clinton.

Baca Selanjutnya: Terkait dengan kejadian pada pemilu...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami