Internal Kerajaan Saudi Terbelah dalam Isu Normalisasi dengan Israel

Internal Kerajaan Saudi Terbelah dalam Isu Normalisasi dengan Israel
DUNIA | 21 September 2020 07:03 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Keluarga Kerajaan Arab Saudi dilaporkan terbelah dalam soal hubungan masa depan dengan Israel menyusul kesepakatan normalisasi Uni Emirat Arab, Bahrain dengan Israel yang baru saja ditandatangani di Gedung Putih, Amerika Serikat. Demikian dilaporkan harian the Wall Street Journal Jumat lalu.

Menurut laporan koran itu, Raja Salman bin Abdulaziz bertentangan dengan putranya, Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) yang lebih menginginkan normalisasi juga dengan Negeri Bintang Daud.

Harian asal AS itu mengatakan kerajaan Saudi masih tetap berkomitmen memboikot Israel dengan pendirian teguh untuk kemerdekaan Palestina sedangkan Pangeran MBS ingin menjalin normalisasi hubungan dengan Israel dan membuka peluang kerja sama bisnis yang bisa menguntungkan kedua negara untuk melawan Iran.

Dilansir dari laman the Times of Israel, Minggu (21/9), Arab Saudi, Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain selama ini menganggap Iran sebagai musuh bersama dan mereka menjalin hubungan erat dengan Washington.

Menurut laporan the Wall Street yang dikutip kantor berita Channel 13, Pangeran MBS sudah lebih dulu tahu sebelumnya tentang kesepakatan UEA dan Bahrain namun dia tidak memberitahukan hal ini kepada ayahnya karena khawatir sang ayah akan mencegah upayanya selama ini dan itu bisa membuatnya marah.

MBS dikatakan tahu tentang sikap ayahnya yang menentang kesepakatan Israel dengan UEA dan ini bisa membuat upaya negosiasi menjadi sulit.

Baca Selanjutnya: Saudi masih bungkam...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami