Iran: Demo di Irak adalah "Perang Sesungguhnya" dengan AS

DUNIA | 8 Oktober 2019 17:04 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Utusan Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei di Garda Revolusi kemarin mengatakan demonstrasi baru-baru ini di Irak adalah perang sesungguhnya dengan Amerika Serikat.

Dikutip dari koran Asharq Al-Awsat yang berbahasa Arab, Abdullah Haji Sadeghi, utusan Khamenei di Garda Revolusi menyebut demo berdarah di Irak sejak pekan lalu adalah upaya AS untuk menyingkirkan milisi Iran (PMF) yang menjadi bagian dari militer Irak.

"Ada 'perang sesungguhnya' dengan Amerika di Irak. Mereka ingin mencegah rakyat Irak mengalami revolusi yang sama dengan Iran dan mencegah milisi PMF mempertahankan negaranya," kata Sadeghi, seperti dilansir laman the Jerusalem Post, Selasa (8/10).

"Musuh ingin membuat kekacauan tapi mereka gagal dan konspirasi mereka tidak akan efektif," kata Khamenei dalam kicauannya di Twitter.

Sebaliknya, anggota parlemen Iran Mahmud Sadeqi tidak setuju menyebut demo Irak adalah konspirasi. Menurut dia demo itu memang dipicu oleh merajalelanya korupsi dan lemahnya para pejabat Irak.

1 dari 1 halaman

Kedutaan AS Pusat Mata-mata

Hussein Shariatmadari, redaktur koran Kayhan yang berkaitan dengan Khamenei, mendukung warga Irak untuk mengambil alih Kedutaan Besar AS di Baghdad seperti tindakan yang dilakukan warga Iran ketika mengambil alih Kedutaan AS di Teheran pada waktu Revolusi 1979. Shariatmadari menyebut kedutaan AS itu adalah pusat mata-mata dan konspirasi untuk menjajah rakyat Irak.

Unjuk rasa di Irak sudah berlangsung sejak pekan lalu dan mengakibatkan lebih dari 100 orang tewas karena bentrok dengan aparat keamanan.

Peristiwa demonstrasi besar-besaran di Ibu Kota Baghdad dan beberapa kota lain terjadi setelah seorang pejabat militer Irak dipecat dari jabatannya.

Dia adalah Letnan Jenderal Abdulwahab al-Saadi.

Saadi dikenal sebagai pejabat militer senior di pasukan kontra-terorisme Irak. Saadi memegang peranan penting dalam perang mengalahkan kelompok militan ISIS di Irak. Dia adalah orang kedua di Divisi Kontra-terorisme Irak.

Keputusan ini memicu kemarahan pendukung Saadi dan menerbitkan dugaan: pemerintah sedang menyingkirkan para pejabat militer yang dinilai bisa menjadi ancaman bagi pasukan paramiliter Irak Hashid al-Shaabi yang di dalamnya ada unsur dukungan Iran. Seorang pejabat Irak yang menolak diketahui identitasnya mengatakan kubu pro-Iran di dalam militer Irak melobi Mahdi untuk memecat Saadi. (mdk/pan)

Baca juga:
Demo Berdarah di Irak, Benarkah Amerika Rencanakan Kudeta?
PBB Desak Hentikan Demo Irak yang Tewaskan Hampir 100 Orang
Enam Hari Unjuk Rasa Anti-pemerintah, Lebih dari 100 Demonstran Tewas di Irak
Kemuakan Terhadap Elit Politik Membuat Kaum Muda Irak Memberontak
12 Orang Tewas dalam Demo Anti-pemerintah di Irak
Rekaman Suara Terbaru Baghdadi Serukan Pembebasan Muslimah ISIS di Kamp Penahanan