Iran larang lembaga pemerintah pakai aplikasi pesan obrolan buatan asing

DUNIA | 18 April 2018 21:40 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Kantor kepresidenan Iran melarang semua lembaga pemerintah memakai aplikasi pesan obrolan bikinan asing. Kabar itu dilaporkan media pemerintah hari ini.

Awal tahun ini warga Iran turun ke jalan berdemonstrasi karena kabar beredar lewat aplikasi obrolan di ponsel. Aplikasi paling banyak dipakai di Iran adalah Telegram dengan jumlah pengguna mencapai lebih dari 40 juta orang. Telegram menjadi alat kampanye politik rakyat Iran dan bukan hanya untuk obrolan biasa sehari-hari. Berkat Telegram sejumlah demo di Iran pada Desember dan Januari lalu tersebar ke seluruh dunia.

Dilansir dari laman Arab News, Rabu (18/4), Telegram diizinkan beroperasi atas restu pemimpin spiritual Ayatullah Ali Khamenei. Tapi sejak hari ini Wakil Menteri Presiden Eshaq Jahangiri mengatakan pemerintah sudah menutup akun Telegram.

Laporan dari laman stasiun televisi Iran mengatakan larangan itu berlaku di semua lembaga pemerintah. Namun belum diketahui apakah larangan itu juga berlaku bagi pegawai negeri di luar jam kerja. Larangan itu juga tidak merinci soal apa saja sanksi bagi pelanggar.

Bulan lalu pejabat Iran mengatakan memblokir Telegram karena alasan keamanan negara setelah unjuk rasa yang menewaskan 25 orang dan 5.000 lainnya ditangkap.

Pemerintah pernah memblokir aplikasi Telegram selama unjuk rasa meski banyak juga yang mengaksesnya lewat jalur pribadi atau media sosial melalui proxy milik orang pribadi.

Baca juga:
Iran akan buat dan beli senjata apapun demi lawan penjajah
'Perang nyata berikutnya di Suriah: Iran versus Israel'
Trump ancam Putin, Iran, karena serangan senjata kimia di Suriah
Israel kini terang-terangan serang Iran di Suriah
Iran akan ambil sikap tegas jika AS langgar perjanjian JCPOA

(mdk/pan)