Ismail Haniyah Kembali Terpilih Sebagai Pemimpin Hamas

Ismail Haniyah Kembali Terpilih Sebagai Pemimpin Hamas
ismail haniyah. ©twitter.com/alihashem_tv
DUNIA | 2 Agustus 2021 14:03 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Ismail Haniyah telah terpilih untuk masa jabatan kedua sebagai kepala Hamas, kelompok Islam Palestina yang menguasai Jalur Gaza, dua pejabat Palestina mengatakan kepada Reuters, Minggu.

"Saudara Ismail Haniyah terpilih kembali sebagai kepala kantor politik gerakan untuk kedua kalinya," kata seorang pejabat kepada Reuters, seperti dilansir laman Antara, Minggu (1/8). Masa jabatannya akan berlangsung selama empat tahun.

Haniyah, pemimpin kelompok itu sejak 2017, telah mengendalikan kegiatan politiknya selama beberapa konfrontasi bersenjata dengan Israel - termasuk konflik 11 hari pada bulan Mei yang menewaskan lebih dari 250 orang di Gaza dan 13 orang di Israel.

Dia adalah tangan kanan pendiri Hamas Sheikh Ahmad Yassin di Gaza, sebelum ulama berkursi roda itu dibunuh pada 2004.

Haniyah, 58, memimpin masuknya Hamas ke dalam politik pada 2006, ketika mereka secara mengejutkan menjadi pemenang dalam pemilihan parlemen Palestina, mengalahkan partai Fatah yang terpecah yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas.

Haniyeh menjadi perdana menteri tak lama setelah kemenangan Januari 2006, tetapi Hamas - yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel dan Uni Eropa - dijauhi oleh masyarakat internasional.

Setelah perang saudara yang singkat, Hamas merebut Gaza dari Otoritas Palestina yang didominasi Fatah, yang memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel, pada 2007. Israel telah menerapkan blokade Gaza sejak itu, dengan alasan ancaman dari Hamas. (mdk/pan)

Baca juga:
Bocah 12 Tahun di Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel
Bentrokan Pecah Seusai Bocah Palestina Ditembak Mati Tentara Israel
Pesawat Tempur Israel Kembali Serang Gaza, Ketiga Kali Setelah Gencatan Senjata Mei
Warga Palestina Unjuk Rasa Menentang Presiden Mahmoud Abbas Setelah Kematian Aktivis
Palestina Batalkan Kesepakatan Vaksin Covid-19 yang Hampir Kadaluwarsa dengan Israel

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami