Israel Hancurkan Gedung Kantor Berita AS dan Media Asing di Gaza

Israel Hancurkan Gedung Kantor Berita AS dan Media Asing di Gaza
Israel hancurkan gedung yang menjadi kantor sejumlah media asing. ©REUTERS/Mohammed Salem
DUNIA | 16 Mei 2021 09:51 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pada Sabtu, Israel menghancurkan gedung 12 lantai di Gaza yang menjadi kantor sejumlah media asing seperti Associated Press (AP) yang berbasis di AS dan Al Jazeera yang berbasis di Qatar. Israel mengklaim gedung itu juga digunakan oleh Hamas.

Gedung Al-Jalaa di Kota Gaza yang gedung perkantoran dan apartemen telah dievakuasi setelah pemilik menerima peringatan akan adanya serangan dari Israel.

Seorang jurnalis Palestina terluka dalam serangan tersebut, seperti dilaporkan media Palestina. Puing-puing dan pecahan peluru meriam terbang puluhan meter dari lokasi serangan.

Dilansir Reuters, Minggu (16/5), militer Israel mengatakan pesawat tempurnya telah menyerang gedung belasan lantai tersebut “yang berisi aset militer milik kantor intelijen organisasi teror Hamas”. Militer Israel juga mengatakan telah memberikan peringatan sebelumnya kepada warga sipil yang tinggal di gedung tersebut, mengizinkan mereka keluar gedung.

Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt menyebut serangan tersebut “perkembangan yang sangat mengganggu”. Dia mengatakan ada belasan wartawan dan freelancer AP di gedung itu dan telah dievakuasi saat itu.

“Kami kaget dan ngeri bahwa militer Israel akan menargetkan dan menghancurkan gedung yang menjadi kantor biro AP dan organisasi media berita lainnya di Gaza,” jelasnya dalam sebuah pernyataan.

“Dunia akan jadi lebih sedikit mengetahui apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini.”

Pemerintan Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah meminta Israel agar memastikan keselamatan jurnalis.

“Kami telah berkomunikasi secara langsung dengan Israel memastikan keselamatan dan keamanan jurnalis dan media independen merupakan tanggung jawab terpenting,” jelas Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki di Twitter.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken berbicara dengan Pruitt pada Sabtu malam dan menawarkan dukungan untuk jurnalis dan organisasi media di seluruh dunia. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Penjabat Dirjen Jaringan Media Al Jazeera, Mostefa Souag, menyebut serangan tersebut “barbar” dan mengatakan Israel harus bertanggung jawab.

“Tujuan dari kejahatan keji ini untuk membungkam media dan menyembunyikan pembantaian dan pemderitaan rakyat Gaza yang tidak diceritakan,” jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara militer Israel, Letkol Jonathan Conricus membantah tuduhan Israel ingin membungkam media.

“Ini benar-benar salah, media bukan target,” dalihnya.

Conricus menyebut gedung itu target sah militer, mengklaim gedung itu dihubi intelijen militer Hamas. Dia mengatakan Hamas mungkin telah memperhitungkan itu dengan menempatkan “aset”-nya di dalam gedung tersebut di mana ada kantor media.

“Mereka mungkin berharap itu akan membuat mereka aman dari serangan Israel,” ujarnya kepada Reuters.

Sebelumnya militer Israel juga telah menyampaikan selama hampir sepekan memanasnya konflik, serangannya terhadap gedung-gedung di Gaza bertujuan untuk menghantam target yang digunakan oleh Hamas, organisasi Islamis yang menguasai Gaza.

Hamas telah menembakkan lebih dari 2.000 roket ke Israel dalam hampir sepekan terakhir. Paramedis Palestina mengatakan sedikitnya 140 orang, termasuk 39 anak-anak, terbunuh di Gaza. Israel melaporkan 10 korban tewas, termasuk dua anak-anak.

Baca Selanjutnya: Netanyahu telepon Biden...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami