Israel Karantina Warga yang Terpapar Covid-19 Varian Delta Walaupun Telah Divaksinasi

Israel Karantina Warga yang Terpapar Covid-19 Varian Delta Walaupun Telah Divaksinasi
Naftali Bennett. haaretz.com
DUNIA | 24 Juni 2021 16:43 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Israel meminta pejabat kesehatan untuk mengkarantina siapa pun yang dianggap telah terpapar Covid-19 varian Delta yang sangat menular, bahkan walaupun mereka sebelumnya telah divaksinasi atau pulih dari penyakit tersebut.

Keputusan itu menyusul peringatan Perdana Menteri Naftali Bennett pada Selasa atas wabah baru yang disebabkan varian Delta. Tingkat infeksi harian di Israel meningkat setelah berminggu-minggu berada di titik kurva terendah berkat vaksinasi massal Israel.

Di bawah arahan Kementerian Kesehatan yang diperbarui, orang yang divaksinasi atau sebelumnya terinfeksi dapat diperintahkan isolasi mandiri hingga 14 hari jika pihak berwenang yakin mereka mungkin telah melakukan "kontak dekat dengan pembawa varian virus berbahaya tersebut".

Dikutip dari Al Arabiya, Kamis (24/6), Kementerian Kesehatan mengatakan orang yang dinilai terpapar yaitu termasuk mereka yang menjadi penumpang di pesawat yang sama dengan orang yang terinfeksi Covid-19 varian Delta.

Berbicara kepada parlemen, Menteri Kesehatan Nitzan Horowitz mengatakan denda “ribuan shekel” juga akan dikenakan terhadap warga atau penduduk Israel yang bepergian ke negara-negara yang masuk daftar hitam berisiko tinggi Covid-19.
Pada 16 Juni, Kementerian Kesehatan memasukkan Argentina, Brasil, Afrika Selatan, India, Meksiko, dan Rusia dalam daftar negara terlarang bagi warga negara atau penduduk Israel kecuali mereka mendapat izin khusus.

Sekitar 55 persen dari 9,3 juta penduduk Israel telah menerima kedua dosis vaksin Pfizer-BioNTech, dan penurunan tajam dalam kasus telah mendorong pencabutan sebagian besar pembatasan bidang ekonomi.

Bulan lalu, kelayakan untuk vaksinasi diperluas untuk kelompok usia remaja, dari 12 hingga 15 tahun bulan lalu tetapi angka vaksinasi pada kelompok usia tersebut masih rendah. Khawatir dengan penularan di dua sekolah Israel pekan lalu, Bennett mendesak orang tua untuk memvaksinasi anak remaja mereka.

Kementerian Kesehatan mengatakan orang tua dari anak-anak yang melanggar karantina akan dikenakan denda 5.000 shekel atau sekitar Rp 22 juta.

Bennett mengatakan "kabinet corona" baru, atau gugus tugas menteri untuk menangani pandemi, akan dibentuk sebagai bagian dari pemerintahan baru yang dilantik bulan ini. (mdk/pan)

Baca juga:
Israel Desak Vaksinasi Covid-19 Remaja untuk Cegah Penyebaran Varian Delta
Seluk Beluk Militer dan Industri Persenjataan Israel
Palestina Batalkan Kesepakatan Vaksin Covid-19 yang Hampir Kadaluwarsa dengan Israel
Pasrah Warga Palestina Rumahnya Digusur Israel
Israel Kembali Bom Gaza Dua Hari Berturut-turut Kurang Sebulan Pasca Gencatan Senjata
Serangan Udara Israel Kembali Gempur Jalur Gaza

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami