Israel kepung Kota Nablus imbas penembakan tewaskan 1 warganya

Israel kepung Kota Nablus imbas penembakan tewaskan 1 warganya
Bentrok pemuda Palestina vs tentara Israel. ©REUTERS/Ammar Awad
DUNIA | 11 Januari 2018 11:14 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Prajurit Israel dikabarkan mengepung dan menyerbu Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina, buat mencari pelaku penembakan menewaskan seorang penduduk negara Zionis itu pada Selasa lalu. Korban diberondong tembakan oleh orang tidak dikenal dan meninggal di rumah sakit karena luka-lukanya.

Insiden penembakan itu terjadi di dekat wilayah pemukiman ilegal Israel, Havat Gilad. Korbannya adalah seorang lelaki bernama Raziel Shevah (35). Pelaku melepaskan tembakan dari dalam kendaraan yang sedang melaju dan langsung kabur.

Pasukan Israel menutup sejumlah jalan di Kota Nablus dan membuat pos pemeriksaan. Mereka juga menggeledah sejumlah rumah dan perkampungan buat mencari pelaku.

Dilansir dari laman Associated Press, Kamis (11/1), Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, menyatakan akan melakukan tindakan apapun buat menangkap pelakunya. Namun, kelompok perjuangan Palestina, Hamas, memuji pelaku penyerangan tetapi tidak mengklaim kalau mereka bertanggung jawab atas insiden itu.

Kepala Perwakilan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengecam dan mengutuk kejadian itu. Sebab bagi dia, hal-hal seperti ini semakin membuat terjal jalan menuju proses perdamaian Israel dan Palestina.

Israel mencaplok Tepi Barat pada perang 1967. Sampai saat ini sekitar 440 ribu warga negara Zionis itu menetap di pemukiman ilegal, dan bertetangga dengan 2,2 juta penduduk Palestina. Palestina mengklaim daerah itu bakal menjadi ibu kota mereka di masa depan.

Baca juga:
Surat kabar Swiss ungkap kerja sama milter antara Israel dan Arab Saudi
Tentara Israel mengaku pakai peluru tajam hadapi warga Palestina
Israel buat tim rahasia yang menantang kampanye boikot
Netanyahu sangkal tudingan main mata di proyek gas Isramco
Israel bakal bangun lagi pemukiman ilegal di Tepi Barat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami