Israel Larang Ratusan Warga Nasrani Palestina Ziarah ke Betlehem Rayakan Natal

Israel Larang Ratusan Warga Nasrani Palestina Ziarah ke Betlehem Rayakan Natal
DUNIA | 25 Desember 2019 15:43 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Umat Nasrani dari seluruh dunia datang ke kota Betlehem, Tepi Barat untuk merayakan Natal. Sementara ratusan umat Nasrani Palestina dari Gaza dilarang Israel memasuki Betlehem.

Lebih dari 3,5 juta turis mengunjungi Betlehem selama Natal, mengantre memasuki gua di dalam Gereja Kelahiran di Betlehem, yang diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus.

Menteri Pariwisata Palestina, Rula Maaya kepada AFP menyampaikan angka kunjungan tahun ini cukup meningkat, tapi jumlah warga Nasrani dari Jalur Gaza yang berkunjung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Wadie Abunassar, seorang penasihat dan juru bicara para pemimpin gereja di Betlehem, mengatakan dari 951 aplikasi dari warga Gaza sejauh ini, hanya 192 yang disetujui.

Ini terjadi setelah Israel mengumumkan pada Minggu bahwa pihaknya akan memungkinkan orang Kristen di Jalur Gaza untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem dan Tepi Barat untuk Natal, mengubah keputusan yang dikeluarkan pada April yang melarang warga meninggalkan wilayah tersebut.

Wilayah Palestina di Tepi Barat dan Gaza dipisahkan oleh wilayah Israel dan persimpangan di antara kedua wilayah membutuhkan izin namun sulit didapatkan.

Abunassar mengatakan Natal adalah waktu untuk berharap.

"Tanah Suci bukan hanya tempat kelahiran dan penyaliban (Yesus), tetapi juga tempat kebangkitan," katanya kepada AFP, dilansir dari Alaraby, Rabu (25/12).

"Terlepas dari semua tantangan, kesulitan, rasa sakit, dan masalah yang kita hadapi, kita tetap berharap pada Tuhan dan manusia."

1 dari 1 halaman

Pengajuan Visa Dipersulit

Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa, tokoh Katolik Roma paling senior di Timur Tengah, dijadwalkan melakukan perjalanan dari Yerusalem ke Betlehem pada Selasa pagi.

Dia akan memimpin misa tengah malam di Gereja Kelahiran, dimana Presiden Palestina Mahmud Abbas dijadwalkan hadir.

Betlehem dekat dengan Yerusalem, tetapi terputus dari kota suci oleh tembok pemisah Israel.

Para pemimpin Gereja mengatakan proses pemberian visa yang biasanya mudah menjadi dipersulit.

"Saya berharap bisa pergi ke Betlehem, tetapi situasinya tidak memungkinkan," kata Missak, wakil kepala sekolah di sekolah Kristen di Gaza, kepada AFP.

Pada hari Minggu, COGAT, badan militer Israel yang bertanggung jawab atas izin tersebut, dalam pernyataannya menyampaikan beberapa warga akan diberikan izin "sesuai dengan penilaian keamanan".

Gaza diperintah oleh kelompok Islam Hamas, yang dituduh Israel menyalahgunakan sistem izin untuk merencanakan serangan terhadap warganya. (mdk/pan)

Baca juga:
Ibadah, Jemaat GKI Yasmin Harap Ini Natal Terakhir di Seberang Istana
VIDEO: Ribuan Sampah Plastik Disulap Jadi Pohon Natal Hiasi Gereja di Malang
Jasa Marga: 268.514 Kendaraan Lintasi Gerbang Tol Cikampek Utama di Libur Natal
Menghabiskan Libur Natal di Kota Tua
Menkominfo Open House Perayaan Natal, Sejumlah Menteri Hadir
Aksi Sinterklas Menyelam di Akuarium Sea World Ancol

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami