Jaksa AS batalkan kasus perkosaan karena pelakunya imigran gelap

DUNIA | 6 Mei 2017 16:23 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sangat anti-imigran kini menimbulkan kebingungan di sistem pengadilan negara itu. Alhasil, sebuah kasus pemerkosaan serta penyerangan seksual dibatalkan.

Dilansir the Independent, Sabtu (6/5), pembatalan kasus pemerkosaan itu diputuskan oleh kejaksaan. Alhasil, para pelaku hanya dijerat dengan pasal pornografi anak. Keputusan itu menimbulkan gejolak bagi publik Amerika.

Kasus ini melibatkan dua siswa sekolah lanjutan di Rockville, Maryland, yang dituduh telah memerkosa gadis 14 tahun di kamar mandi sekolah. Terungkapnya kasus ini menjadi perhatian nasional karena dinilai sangat sadis serta para pelakunya tinggal secara ilegal di AS.

"Setelah melakukan penyelidikan dan peninjauan ulang atas permasalahan ini, kami menyimpulkan bahwa fakta-fakta kasus ini tidak mendukung tuntutan yang diajukan semula," ujar Jaksa negara bagian Montgomery, John McCarthy.

Henry Sanchez-Milian (18), sempat dijerat sebagai pelaku pemerkosaan dengan status dewasa, sedangkan pelaku lain yang masih berusia 17 tahun dianggap masih di bawah umur. Kini, hukuman yang menjerat mereka berubah menjadi kepemilikan dan distribusi pornografi anak dengan menyebarkan video dan gambar korbannya.

Kuasa hukum Milian, Andrew Jezic mengaku senang dengan keputusan jaksa membatalkan kasus pemerkosaan dan mengalihkannya ke dalam kasus pornografi anak. Dia menyebutnya sebagai penuntutan selektif atas pergaulan bebas.

"Ini adalah perilaku yang jarang terjadi pada remaja," katanya.

Tidak lama setelah terkuaknya kasus itu, ayah Milian langsung dicokok agen imigrasi federal karena tinggal di AS secara ilegal. Sanchez-Milian tiba di negeri adidaya itu dari Guetamala, sedangkan Montano berasal dari El Savador.

Langkah mereka sempat terhalang saat akan memasuki perbatasan ke AS, namun petugas lantas membolehkan masuk karena memiliki saudara yang tinggal di negara tujuannya.

Baca juga:

Korut tuding CIA rencanakan bunuh Kim Jong-un pakai racun kimia

Penampakan jalan tol di AS berubah jadi lautan akibat banjir

Rusia, Turki dan Iran larang jet tempur terbang di zona aman Suriah

Trump mulai keliling dunia, Arab Saudi jadi yang pertama

Menlu AS desak Indonesia dan Asean agar jauhi Korea Utara

(mdk/tyo)