Jelang Peringatan Serangan Bom Paskah, Sri Lanka Larang 11 Organisasi Muslim

Jelang Peringatan Serangan Bom Paskah, Sri Lanka Larang 11 Organisasi Muslim
Terduga pelaku bom gereja di Sri Lanka. ©CCTV/Siyatha News via REUTERS
DUNIA | 15 April 2021 17:58 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Sri Lanka melarang 11 organisasi Muslim, termasuk ISIS dan Al Qaidah, sepekan sebelum peringatan dua tahun serangan bom Paskah yang menewaskan 279 orang. Sembilan organisasi merupakan organisasi keagamaan dan sosial lokal.

Siapapun yang terkait dengan 11 kelompok itu, akan diancam dengan hukuman 20 tahun penjara. Demikian disampaikan Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa, dalam sebuah pengumuman.

Sebelum peringatan serangan tersebut, umat Katolik Roma di negara itu mengancam akan turun ke jalan-jalan memprotes apa yang mereka sebut kegagalan pemerintah untuk menindak mereka yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Beberapa organisasi yang dilarang sebelumnya dikaitkan dengan pelaku serangan Paskah.

Langkah tersebut dibuat berdasarkan UU Pencegahan Terorisme, yang menurut Rajapaksa merupakan upaya lebih jauh pemerintah Sri Lanka untuk memastikan kedamaian yang berkelanjutan di negaranya. Demikian dikutip dari Al Jazeera, Kamis (15/4).

Tujuh orang Sri Lanka yang menyerang tiga gereja dan tiga hotel pada April 2019 itu telah berbaiat ke pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Namun demikian, penyelidik menyampaikan mereka tidak menemukan bukti keterkaitan langsung mereka dengan ISIS.

Dua organisasi lokal yang disebut memiliki kaitan langsung dengan serangan dilarang pada 2019, tapi penyelidikan presidensial atas serangam bom itu ingin kelompok Muslim yang sama juga dilarang.

Tujuh orang pelaku bom tewas dan tidak ada tersangka yang didakwa.

Baca Selanjutnya: Kepala Gereka Katolik Roma di...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami