Jembatan Ambruk di Taiwan, Tiga WNI Dilaporkan Jadi Korban

DUNIA | 2 Oktober 2019 14:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sebuah jembatan ambruk di Taiwan kemarin. Enam orang dikhawatirkan terperangkap dalam insiden tersebut.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengatakan setidaknya 12 orang terluka, termasuk enam orang Filipina dan tiga orang Indonesia yang bekerja sebagai nelayan. Serta pengemudi truk tanker bensin asal Taiwan.

Selain itu dikatakan enam orang belum ditemukan. Keenam orang itu dikhawatirkan terperangkap dalam perahu yang berada di bawah struktur jembatan yang runtuh, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (2/10).

"Operasi penyelamatan sedang berlangsung," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen juga turut berkomentar perihal insiden itu.

"Kami berharap untuk menyelamatkan semua dengan aman, dalam waktu singkat untuk meminimalkan kerusakan," kata Presiden Tsai Ing-wen.

Belakangan beredar gambar dari CCTV yang menangkap momen saat jembatan lengkung tunggal sepanjang 140 meter itu ambruk di Nanfang'ao, pantai timur Taiwan.

Sebuah truk tanker bensin terlihat hampir melintasi jembatan yang membentang di sebuah pelabuhan nelayan kecil.

Dalam gambar, jembatan yang runtuh menimpa tiga kapal penangkap ikan di bawahnya bersama truk tanker yang melintas.

Truk tersebut kemudian terbakar setelah menghantam air, memicu kepulan asap hitam tebal membumbung ke udara di sekitar jembatan ambruk.

1 dari 2 halaman

14 Orang Terluka

Sejauh ini lima orang telah diselamatkan dan enam pekerja asing sedang menunggu upaya penyelamatan.

Petugas penjaga pantai awalnya mengatakan setidaknya 14 orang terluka. Petugas pemadam kebakaran setempat kemudian mengatakan pengemudi truk tanker itu termasuk salah satu yang dilarikan ke rumah sakit.

Dua pejabat pemerintah kota pelabuhan Suao mengatakan para penyelam kini tengah mencari orang-orang yang dikhawatirkan terperangkap di beberapa perahu nelayan.

Sekretaris Wali Kota Suao, Shih I-chun menyatakan kronologis kejadian dan kekhawatiran terhadap korban yang masih dalam upaya penyelamatan.

"Jembatan itu runtuh sekitar jam 09.30 pagi ketika kendaraan tanker minyak berada di atasnya, membakar kendaraan itu," kata sekretaris wali kota Suao.

"Kami khawatir beberapa nelayan mungkin terperangkap di kapal," ujar Shih I-Chun.

2 dari 2 halaman

Jembatan Berumur 50 tahun

Pihak berwenang sejauh ini meminta tentara membantu upaya penyelamatan dan mendirikan posko darurat untuk menjalankan operasi.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang turut memberi komentar melalui laman media sosial Facebook terkait ambruknya jembatan tersebut.

"Menyelamatkan nyawa adalah prioritas," kata Perdana Menteri Taiwan.

"Saya akan meminta otoritas terkait untuk melakukan semua upaya penyelamatan yang memungkinkan," kata PM Taiwan tersebut.

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab jembatan yang dibangun tahun 1998 dan membentang di pelabuhan kecil tersebut roboh.

Sebelumnya, Taiwan diguncang topan pada Senin malam. Badai itu membawa hujan lebat serta angin kencang ke beberapa bagian pantai timur wilayah. Namun, pada saat jembatan runtuh, cuaca dalam keadaan cerah.

Taiwan memiliki industri perikanan yang besar, dan mayoritas pekerjanya adalah imigran bergaji rendah dari negara-negara seperti Filipina, Indonesia, dan Vietnam.

Menteri Transportasi Lin Chia-lung mengatakan Jaksa penuntut telah meluncurkan penyelidikan tentang penyebab insiden itu.

Ia juga menambahkan jembatan itu masih dalam umur 50 tahun yang diperkirakan masih layak pakai.

Reporter: Hugo Dimas

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Baca juga:
Taiwan Kecam Kediktatoran China dalam Perayaan ke-70 Partai Komunis
Perusahaan Asal Taiwan Tertarik Investasi di Kilang Balongan Milik Pertamina
Taiwan Excellence 2019: Lima Merek Tawarkan Solusi Internet of Things di Indonesia
Lima ABK WNI Dilaporkan Hilang di Perairan Taiwan
Para Pejabat di Negara ini Mundur karena Pemadaman Listrik
China Ancam Perang Jika Taiwan Ingin Merdeka