Jenius, Anak Tiga Tahun Asal Malaysia Masuk Komunitas IQ Tertinggi di Dunia

Jenius, Anak Tiga Tahun Asal Malaysia Masuk Komunitas IQ Tertinggi di Dunia
DUNIA | 20 Januari 2020 17:12 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Seorang anak berusia tiga tahun asal Malaysia, Haryz Nadzim Mohd Hilmy Naim, yang tinggal di Inggris dengan kedua orangtuanya menjadi anggota termuda Mensa Inggris, komunitas terbesar orang-orang dengan IQ tertinggi di dunia.

Laman The Star melaporkan, Senin (20/1), Haryz meraih nilai 142 dalam uji Stanford Binet, tes kemampuan kognitif yang dipakai mengukur IQ di Mensa.

Kedua orangtuanya yang punya latar belakang pendidikan teknik, Anira Asyikin dan Mohd Hilmy Naim, tidak menyangka putra mereka punya kemampuan intelektual yang luar biasa.

"Kami tidak punya banyak pengalaman, jadi kami pikir memang begitulah anak-anak pada umumnya," kata Anira seperti dikutip Metro.co.uk.

1 dari 2 halaman

"Sewaktu dia mulai masuk sekolah balita, kami diberi tahu dia punya kelebihan dibanding anak lain, saat itulah kami tahu dia istimewa. Waktu itu dia sudah bisa membaca semua buku cerita favoritnya," kata Anira.

Haryz kemudian dites oleh Lyn Kendall, psikolog khusus anak-anak punya bakat istimewa.

"Kami ingin bisa membantu dia mengembangkan potensinya dan mendukung apa yang dia mau. Kami tidak ingin dia merasa tidak didukung tapi di saat yang sama kami juga tidak mau dia merasa dipaksa. Kami ingin dia menjadi anak normal yang suka bermain atau melakukan hal normal seperti anak lainnya," ujar Anira.

Ketika usia Haryz dua tahun, orangtuanya membuatkan kanal YouTube bernama Little Haryz supaya anak lain bisa menyaksikan bagaimana dia tumbuh.

"Dia seperti anak usia tiga tahun lainnya. Dia suka bermain lompat-lompat, menggambar, menyanyi, semua hal biasa yang suka dilakukan anak seusianya," kata Anira.

2 dari 2 halaman

Selain suka menonton acara televisi Stroy Bots dan Numberblocks, Haryz juga suka berbicara dengan orang yang lebih tua.

"Haryz suka bertanya dan berbicara tentang luar angkasa dan angka-anga dan dia suka membaca buku," kata Anira.

"Yang lebih mengagumkan dari semua itu, bahasa Inggris bukan menjadi bahasa pertamanya. Kami berkomunikasi dalam bahasa Melayu di rumah," terang Anira.

"Haryz tidak tahu betapa pandainya dia."

Kedua orangtua Haryz berharap penerimaan di Mensa menjadi langkah awal anaknya mencapai cita-cita.

"Sangat membahagiakan dan kami yakin ini akan membuat dia semakin percaya diri dan bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya di masa depan."

Anira mengatakan dia dan suaminya berharap bisa merawat Haryz di lingkungan yang bisa mendorong dia terus belajar.

"Yang terpenting dia bahagia dengan apa yang dia lakukan dan kami akan bangga apa pun yang akan dicapainya nanti," ujar Anira. (mdk/pan)

Baca juga:
Abu Sayyaf Kembali Culik Lima Nelayan Indonesia di Perairan Sabah
Lapor Gatal-gatal, TKI di Malaysia Malah Mau Dipukul Petugas Tahanan
Atraksi Naga Barongsai di Dalam Air
Wilayah Indonesia ini Jadi Rebutan Negara Lain
Korban Tewas Sudah 21 Orang, Banjir Jakarta Saat Tahun Baru Jadi Sorotan Media Asing
Semarak Pesta Kembang Api Tahun Baru 2020 di Sejumlah Negara

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami