Jet Sukhoi Rusia Cegat F-16 Turki yang Akan Serang Markas Kurdi di Suriah

DUNIA | 16 Oktober 2019 13:24 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Jet tempur Rusia diduga mencegat pesawat tempur Turki yang sedang terbang di wilayah udara Suriah pekan ini. Kabar itu disampaikan Jurnal Penerbangan Rusia Avia.Pro kemarin.

Menurut Avia.Pro, jet tempur F-16 Turki tengah menjalankan misi menghancurkan markas Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Manbij ketika Angkatan Udara Rusia mengerahkan jet tempur Sukhoi Su-35 untuk mencegah pesawat itu.

"Upaya Angkatan Udara Turki untuk menyerang markas SDF di Manbij berakhir dengan kegagalan. Alasannya adalah kehadiran Su-35 Rusia yang mencegat jet tempur Turki sehingga mencegah misi tersebut," kata Avia.Pro, seperti dilansir laman Almasdar, Rabu (16/10).

"Pada saat itu belum diketahui apakah Angkatan Udara Turki berada di wilayah udara Suriah atau sedang terbang di langit Turki, namun insiden ini memperlihatkan jet tempur Rusia siap untuk berhadapan dengan Turki yang bukan saja hendak menyerang wilayah Suriah tapi juga mendudukinya," kata Avia.Pro.

Sementara itu di Ras Al Ain, angkatan udara Turki berulang kali membombardir posisi SDF di kota itu.

1 dari 1 halaman

Tentara Suriah Bergerak ke Manbij

Awal pekan ini milisi pemberontak Suriah pro-Turki, melancarkan operasi untuk merebut kota strategis Manbij dari pasukan Kurdi Suriah. Ini merupakan perkembangan terbaru dari operasi militer Turki yang ingin menyingkirkan Kurdi dari wilayah utara dan timur laut Suriah.

Operasi ini terjadi ketika pasukan pemerintah Suriah pimpinan Presiden Basyar al-Assad yang didukung Rusia mulai bergerak menuju medan perang di utara, setelah Damaskus membuat kesepakatan dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipelopori Kurdi untuk membendung serangan Turki.

"Pertempuran Manbij telah dimulai," kata Mustafa Seijari, seorang pejabat sayap politik dari milisi pemberontak Suriah yang didukung Turki mengatakan di Twitter pada Senin 14 Oktober, seperti dikutip dari Aljazeera, Selasa (15/10).

Manbij sering bertukar tangan selama konflik. Kota itu ditangkap oleh pemberontak Suriah anti-Assad pada 2012, sebelum ditangkap oleh ISIS dua tahun kemudian, untuk kemudian direbut oleh milisi SDF pada 2016 --yang menandai kekalahan teritorial ISIS di Manbij.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan mereka datang ke sana bukan untuk berperang dengan tentara Suriah pimpinan Presiden Assad yang dibeking Rusia.

"Ketika Manbij dievakuasi, kami tidak akan masuk ke sana sebagai Turki. Saudara-saudara Arab kami, yang adalah pemilik sebenarnya, suku-suku ... akan kembali ke sana. Pendekatan kami adalah untuk memastikan kembalinya dan keamanan mereka di sana," kata Erdogan.

Turki mengatakan, operasinya ditujukan untuk membersihkan area Suriah utara dan timur laut dari unsur-unsur "teroris" dan menciptakan apa yang disebut "zona aman" di mana beberapa dari 3,6 juta pengungsi Suriah di Turki dapat dimukimkan kembali di sana.

Ankara menganggap Kelompok Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang menjadi tulang punggung SDF, kelompok "teroris" yang terkait dengan separatis Kurdi di Turki. (mdk/pan)

Baca juga:
Tidak Takut Sanksi AS, Erdogan Tolak Saran untuk Gencatan Senjata dengan Kurdi
Memahami Peta Baru Konflik Suriah dari 10 Pertanyaan
Suasana Mencekam Saat Turki Bertempur Melawan Kurdi
Pejuang Suriah dan Militer Turki Sempatkan Ibadah di Sela Pertempuran
Pasukan Suriah Bergerak ke Utara, Bersiap Hadapi Tentara Turki di Perbatasan
Tak Ada Musuh Abadi, Suriah Kini Bersekutu dengan Kurdi Hadapi Turki