Jumlah Kasus Covid-19 di New York AS Lampaui Spanyol, Italia, dan China

Jumlah Kasus Covid-19 di New York AS Lampaui Spanyol, Italia, dan China
DUNIA | 10 April 2020 16:26 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Negara bagian New York, Amerika Serikat (AS) mencatat kasus Covid-19 saat ini lebih tinggi dari kasus di beberapa negara di luar AS, menurut data terbaru.

Negara bagian itu mengonfirmasi 10.000 kasus baru pada Kamis sehingga total kasus menjadi 159.937, menempatkannya di atas Spanyol (153.000 kasus) dan Italia (143.000).

China, di mana virus muncul pertama kali tahun lalu mencatat 82.000 kasus.

AS secara keseluruhan mencatat 462.000 kasus dan hampir 16.500 kematian. Secara global, tercatat 1,6 juta kasus Covid-19 dan 95.000 kematian.

Sementara New York mencatat kasus tertinggi di dunia, angka kematian mencapai 7.000 kasus, di bawah Spanyol (15.500 kematian) dan Italia (18.000 kematian), dan dua kali lipat dari China (3.300 kematian). Demikian dilansir dari BBC, Jumat (10/4).

Sejumlah foto menunjukkan para petugas melakukan pemakaman massal di New York City menggunakan pakaian hazmat. Mereka menggunakan tangga saat menurunkan peti mati ke liang lahat besar.

Foto tersebut diambil di Pulau Hart, dekat Bronx, yang dimanfaatkan selama 150 tahun oleh pemerintah kota sebagai kuburan massal bagi keluarga miskin yang tak mampu membayar lahan pemakaman.

Tahanan di Pulau Rikers juga ikut melakukan proses pemakaman massal, namun karena adanya peningkatan beban kerja, tugas itu kini diambil alih pihak ketiga atau kontraktor.

1 dari 1 halaman

Wali Kota New York City, Bill de Blasio awal pekan ini mengindikasikan pemakaman umum milik kota kemungkinan akan digunakan untuk menguburkan korban Covid-19.

Angka kematian karena pandemi ini di New York City naik menjadi 799 pada Rabu. Namun menurut Gubernur Negara Bagian New York, Andrew Cuomo, pasien Covid-19 yang dibawa ke rumah sakit turun menjadi 200.

Menurutnya, efek jaga jarak sosial berhasil. Cuomo menyebut wabah ini sebagai "ledakan senyap di tengah masyarakat dengan keacakan yang sama, kejahatan yang sama sebagaimana disaksikan pada 9/11."

Ada secercah harapan yang dilontarkan pada Kamis, terkait perkiraan penurunan korban jiwa di AS. (mdk/pan)

Baca juga:
Donald Trump Tetapkan Kelompok Nasionalis Rusia Sebagai Organisasi Teroris
Di 5 Negara Ini Mainan Seks Diburu Warga saat Pandemi Corona, Masker Kalah Saing
Cara Unik Gadis AS Rayakan Ulang Tahun di Tengah Wabah Covid-19
CEK FAKTA: Hoaks Presiden Donald Trump di Ruqyah Karena Stres Hadapi Corona
Bernie Sanders Mundur, Joe Biden Bakal Jadi Penantang Trump di Pilpres AS 2020
Amerika Serikat Bantu Indonesia Rp36 Miliar untuk Perangi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami