Jutaan Perempuan di Dunia Kehilangan Akses Alat Kontrasepsi Selama Pandemi Covid-19

Jutaan Perempuan di Dunia Kehilangan Akses Alat Kontrasepsi Selama Pandemi Covid-19
DUNIA | 22 Agustus 2020 07:26 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Jutaan perempuan dan gadis remaja di seluruh dunia telah kehilangan akses mendapatkan alat kontrasepsi dan layanan aborsi karena pandemi virus corona, demikian diperingatkan kelompok bantuan internasional.

Di 37 negara, hampir 2 juta perempuan mendapatkan layanan kontrasepsi antara Januari dan Juni dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kata Marie Stopes International (MSI) dalam laporan baru pada Rabu. India, dengan lockdown yang berlangsung selama berbulan-bulan menjadi negara terparah, dengan 1,3 juta perempuan terdampak.

Organisasi tersebut memperkirakan ada 900.000 kehamilan yang tidak diinginkan di seluruh dunia sebagai akibatnya, bersama dengan 1,5 juta aborsi tidak aman dan lebih dari 3.000 kasus kematian ibu.

"Pandemi ini telah membebani layanan perawatan kesehatan di seluruh dunia, tetapi perawatan kesehatan seksual dan reproduksi di bawah prioritas sehingga sekali lagi perempuan menanggung beban bencana global ini," jelas Direktur Layanan Klinis Program MSI India, Dr Rashmi Ardey dalam sebuah pernyataan, dilansir Aljazeera, Jumat (21/8).

Baca Selanjutnya: 7 Juta Kehamilan Tak Diinginkan...

Halaman

(mdk/pan)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami