Jutaan warga Saudi mengeluh gaji kurang di Twitter

DUNIA | 14 Agustus 2013 10:26 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Sejak pertengahan bulan lalu jutaan warga Arab Saudi beramai-ramai mengeluhkan soal gaji yang kurang di media sosial Twitter.

Gerakan kampanye media sosial itu sedikitnya telah melibatkan 17 juta kicauan dalam dua pekan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (14/8).

Mereka mengeluhkan keadaan ekonomi yang semakin sulit dan harga-harga yang melambung sehingga pendapatan mereka terasa semakin berkurang.

Majalah Foreign Policy melaporkan setidaknya ada 1,2 juta kicauan warga Saudi saban hari yang menggerutu gajinya kurang.

"Keluhan kami bukan sebagai bentuk pemberontakan terhadap pemerintah tapi hanya ingin bersuara dengan cara yang sopan dan damai," kata salah satu pengguna Twitter.

Perbandingan jumlah gaji di sektor swasta dan pemerintah di Saudi dan negara Teluk lainnya menjadi perbincangan hangat di Twitter.

Pekerja swasta di Saudi rata-rata berpenghasilan Rp 17,5 juta per bulan sementara pegawai negeri bergaji Rp 41 juta per bulan. Sedangkan pekerja swasta dari perusahaan Eropa di negara Teluk rata-rata bergaji Rp 64 juta per bulan.

"Banyak orang punya masalah dalam mengurus keuangan mereka. Jika mereka mendapat gaji tambahan atau pinjaman, mereka justru tidak membelanjakannya untuk hal penting tapi malah berlibur atau membeli mobil," kata ekonom Saudi al-Mazi.

"Warga tidak tahu cara menyimpan uang. Mereka menjadi konsumtif," ujar Muhammad al-Saed, pemimpin redaksi surat kabar al-Tejara.

(mdk/fas)

TOPIK TERKAIT