Kabut Asap Sumatera buat Polusi Udara Singapura Capai Level Terburuk

DUNIA | 15 September 2019 14:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kualitas udara di Singapura masih berada pada level tidak sehat hingga Minggu (15/9) pagi. Pollutant Standards Index (PSI) menunjukkan, tingkat polusi di Singapura melampaui angka 100.

Hingga pukul delapan pagi waktu setempat, wilayah Barat Singapura mengalami polusi terburuk dengan PSI menunjukkan angka 124. Indeks ini tidak jauh berbeda dengan wilayah Selatan yang berada di angka 121.

Sementara wilayah tengah serta Utara Singapura masing-masing 111 dan 108. Sedikit lebih beruntung dari bagian lainnya, indeks polusi di wilayah Timur Singapura menunjukkan angka 107.

Sejak Agustus 2016, PSI Singapura selalu menunjukkan angka di bawah 100. Namun, sejak Sabtu sore kualitas udara di Negeri Singa itu memburuk akibat serangan kabut asap.

Menurut NEA, badan lingkungan nasional Singapura, kualitas udara baru dikatakan baik jika PSI menunjukkan angka 50 ke bawah. Selanjutnya, indeks 51 hingga 100 diidentifikasikan sebagai level sedang. Sementara, angka 101 hingga 200 digolongkan dalam level tidak sehat.

Channel News Asia mengabarkan, buruknya kualitas udara, memaksa warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terutama bagi anak-anak, orangtua, wanita hamil, dan mereka yang memiliki masalah jantung dan pernapasan.

Untuk mencegah dampak yang lebih buruk terhadap kesehatan, pemerintah Singapura menyediakan masker tipe N95. Berbeda dengan masker sekali pakai biasa, tipe masker satu ini dapat menyaring partikel udara berukuran kecil.

"Kami bekerja sama dengan penjual eceran untuk memindahkan stok (masker N95) ke toko-toko retail, dan stok akan tersedia secara progresif mulai hari ini," NEA mengumumkan melalui akun Facebook resminya, Minggu (15/9).

Dikutip dari laman Channel News Asia, NEA mengatakan penurunan kualitas udara disebabkan oleh pertemuan angin di wilayah perbatasan. Hal ini membuat lebih banyak kabut asap dari Sumatera masuk ke Singapura.

NEA mengungkapkan, sebanyak 450 titik api terdeteksi di sebagian besar wilayah Sumatera, mulai dari Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan. Angka ini menunjukkan peningkatan tajam dari pantauan Jumat lalu, dengan 156 titik api.

"Kabut asap sedang hingga pekat dari titik-titik panas di Riau dan Jambi telah dibawa oleh angin, hingga memengaruhi (kualitas udara) di Singapura dan bagian Selatan Semenanjung Malaysia," jelas NEA.

Selain Singapura, kualitas udara di Malaysia juga menurun. Kabut asap tebal pun telah menyelimuti Kuala Lumpur, Malaysia. Dikabarkan, kondisi terburuk berada di wilayah Selangor.

Sementara itu, pemerintah Indonesia telah mengerahkan pasukan militer dan kepolisian untuk menangani kebakaran hutan di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Setidaknya tiga pesawat milik TNI Angkatan Udara ditugaskan untuk membuat operasi penyemaian awan di sekitar Riau. Operasi ini ditujukan untuk mencipakan hujan buatan.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita

Baca juga:
BMKG Deteksi 44 Titik Panas di Riau, Kabut Asap Masih Selimuti 4 Kabupaten
Saat Kabut Asap Makin Pekat, Kemenhub Minta Tak Ada Kapal Berlayar
Kabut Asap Masih Lumpuhkan 2 Bandara di Ibu Kota Baru
Presiden Jokowi Didesak Kunjungi Pekanbaru Rasakan Sesaknya Kabut Asap
Bencana Asap, Mendikbud Persilakan Sekolah Libur Tapi Guru Tetap Pantau Murid

(mdk/did)