Kamar Jenazah Penuh, Jasad Pasien Virus Corona di New York Ditampung di Truk Es

Kamar Jenazah Penuh, Jasad Pasien Virus Corona di New York Ditampung di Truk Es
DUNIA | 1 April 2020 16:10 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Biro Manajemen Kedaruratan Federal (FEMA) Amerika Serikat (AS) menerjunkan 85 unit truk es ke kota New York (NYC) sebagai kamar jenazah sementara, saat rumah sakit mengalami lonjakan kasus kematian karena virus corona pada Senin kemarin.

Mobil kontainer tambahan ini dapat menambah kapasitas kamar jenazah, seiring meningkatkannya korban meninggal dari 3.500 menjadi 7.000. Demikian disampaikan Kantor Penguji Medis New York (OCME) seperti dilansir dari Fox News, Rabu (1/4).

Kasus Covid-19 di New York melonjak menjadi 66.497 dan menjadi tertinggi di AS dengan angka kematian meningkat menjadi 1.218. Pusat wabah New York melaporkan peningkatan lebih dari 11 persen pada pasien yang dites positif virus corona, berjumlah 6.751 kasus hanya pada hari Senin.

Tempat tidur dorong berjajar di trotoar di sejumlah rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Pusat Brooklyn dan Mt. Sinai, sementara petugas kesehatan membungkus mayat korban virus corona di pinggir jalan sebelum memasukkannya ke belakang mobil es.

1 dari 1 halaman

Juru bicara Rumah Sakit Lenox Hill Greenwich Village di Manhattan, di mana sejumlah mobil es terlihat di luar rumah sakit, mengatakan kepada Fox News, sistem rumah sakit kota secara aktif mempersiapkan lonjakan rawat inap pasien Covid-19.

OCME dan Kantor Manajemen Darurat NYC (OEM) menawarkan truk berpendingin ke semua rumah sakit NYC dan truk tersebut ditempatkan di sebagian besar rumah sakit di seluruh kota.

Tidak jelas berapa lama mobil es akan dibutuhkan karena krisis terus berkembang, kata juru bicara itu.

"Rumah sakit Northwell Health berencana menangani lonjakan volume pasien dan dapat meningkatkan kapasitas pasien hingga 60 persen jika diperlukan," dia menambahkan.

"Kami yakin dengan kemampuan kami untuk memenuhi tantangan ini. Saat ini kami tidak berencana mendirikan rumah sakit lapangan." (mdk/bal)

Baca juga:
Dulu Remehkan Virus Corona, Trump Kini Serukan Warga AS Bersiap Hadapi Masa Sulit
Bantuan Medis Atasi Corona untuk Iran Terhalang, AS Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi
Ilmuwan Pakistan: Virus Corona Diciptakan di Laboratorium AS sebagai Senjata Biologi
Selain Indonesia, 6 Negara Ini Juga Belum Lakukan Lockdown Karena Corona
Kasus Pertama, Tentara AS Meninggal Akibat Virus Corona
5 Negara dengan Kasus Kematian Tertinggi Akibat Covid-19, China Bukan Nomor 1

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami