Kampus dan Sekolah Diliburkan, Mengapa Demo Hong Kong Kembali Memanas?

DUNIA | 12 November 2019 16:54 Reporter : Pandasurya Wijaya

Merdeka.com - Unjuk rasa di Hong Kong kemarin kembali memanas. Demonstran terlihat melemparkan bom molotov, membakar properti dan membikin barikade hingga mengganggu jalur transportasi. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan mereka menangkap lebih dari 260 orang.

Sejumlah kampus dan sekolah juga hari ini diliburkan. Demonstran dan polisi antihuru-hara berkumpul di beberapa lokasi dan sejak pagi tadi aparat sudah melepaskan tembakan gas air mata.

Dalam jumpa pers pagi tadi pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam menyebut tindakan agresif perusuh ingin mengganggu jaringan transportasi di kota itu.

"Mereka ingin membuat Hong Kong lumpuh dan itu tindakan egois," kata dia, seperti dilansir laman CNN, Selasa (12/11).

1 dari 2 halaman

Mengapa Demo Kembali Memanas?

Kemarin pagi waktu setempat seorang polisi menembak seorang demonstran berusia 21 tahun dari jarak dekat ke arah tubuhnya di San Wan Ho, sebelah timur Hong Kong. Kepala polisi Hong Kong Tse Chun-Chung mengatakan petugasnya menembak karena dia takut senjatanya diambil oleh si pendemo.

Pada siangnya polisi mengatakan nyawa si demonstran yang ditembak itu tidak terancam dan pagi tadi pihak rumah sakit mengatakan si demonstran itu keadaannya sudah membaik. Menurut sumber kepolisian, demonstran itu ditangkap karena ikut dalam kegiatan yang melanggar hukum dan mencoba merampas senjata aparat.

Pada Oktober lalu polisi juga melepaskan tembakan peluru tajam kepada seorang demonstran berusia 18 tahun.

Kekerasan kemarin juga terjadi hanya beberapa hari setelah seorang demonstran mahasiswa tewas akibat luka di kepala di sebuah lapangan parkir dekat lokasi demo.

Chow Tsz-lok, mahasiswa ilmu komputer di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong tewas pada Jumat pagi setelah menjalani perawatan.

Meski tidak ada tanda-tanda Chow terlibat dalam demo di dekat lokasi pada malam ketika unjuk rasa terjadi, kematiannya memicu kemarahan dan duka dari demonstran anti-pemerintah. Mereka menyebut tindakan polisi pada malam demo itu membuat tim medis kesulitan untuk menyelamatkan Chow hingga akhirnya dia meninggal.

2 dari 2 halaman

Apa yang Menjadi Tuntutan Demonstran Selama Ini?

Unjuk rasa di Hong Kong dimulai sejak Juni lalu. Warga menolak rancangan undang-undang ekstradisi.

Sejak itu demonstrasi berkembang menjadi lima tuntutan utama, termasuk penyelidikan independen terhadap tuduhan kebrutalan polisi menghadapi demonstran dan pengunjuk rasa juga mendesak demokrasi yang lebih luas.

Apa respons pemerintah Hong Kong?

Sebagai tanggapan atas tuntutan demonstran, pemerintah Hong Kong membentuk sebuah panel yang terdiri dari ahli berasal dari luar negeri untuk membantu Dewan Keluhan Kepolisian (IPCC) yang bertugas sebagai tim pencari fakta.

Namun Sabtu lalu para ahli membagikan salinan laporan penyelidikan panel lewat Twitter. Mereka mengkritik kemampuan IPCC dalam menyelidiki kasus ini dan mendesak agar ada akses kepada bukti-bukti dari saksi di lapangan.

IPCC mengatakan mereka kecewa karena salah satu ahli dari luar negeri itu mempublikasikan laporan tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan mereka.

Adakah dampak ekonomi dari demonstrasi berlarut-larut ini?

Unjuk rasa sejak Juni lalu hingga kini membuat sektor perdagangan retail dan wisata Hong Kong anjlok dan sejak Oktober lalu kota semi-otonom ini jatuh dalam resesi. Kunjungan wisatawan turun drastis karena demonstrasi di banyak lokasi disertai kekerasan dan warga juga semakin marah dengan pemerintah dan aparat keamanan. (mdk/pan)

Baca juga:
Detik-Detik Polisi Tembak Demonstran di Hong Kong
Demonstran Hong Kong Rusak Mal dan Stasiun Kereta
Ribuan Mahasiswa Hong Kong Pakai Topeng Saat Wisuda
Demo di Hong Kong Kembali Rusuh, Kantor Berita Xinhua Dirusak
Polisi Hong Kong Uber Demonstran Anti-Pemerintah Hingga ke Mall
Aparat dan Demonstran Kembali Bentrok dalam Unjuk Rasa Hong Kong