Kapal pencari suaka karam di perairan Indonesia 144 orang hilang

Kapal pencari suaka karam di perairan Indonesia 144 orang hilang
Kapal berisi 120 imigran gelap asal Tunisia mendarat di perairan Italia. (ilustrasi/tunisia-live.net)
DUNIA | 30 Agustus 2012 11:03 Reporter : Ardyan Mohamad

Merdeka.com - Kapal berisi pencari suaka hilang di perairan Selat Sunda, sekitar 407 kilometer dari Pulau Christmas, Australia, tujuan akhir mereka. Hingga pencarian dihentikan kemarin, baru enam orang berhasil dievakuasi dan 144 orang masih dinyatakan hilang.

Surat kabar the Sydney Morning Herald melaporkan, Kamis (30/8), badan SAR Nasional mendapat informasi kapal karam itu kemarin dari Otoritas Keamanan Maritim Australia (AMSA). Dua kapal motor dan dua helikopter dikerahkan namun kondisi gelap dan cuaca buruk memaksa tim penolong menghentikan pencarian.

Korban selamat menyatakan ada 150 orang berada di kapal motor nahas itu. Keenam korban selamat ditemukan oleh Kapal Kargo APL berbendera Bahrain dini hari kemarin. Kapten kapal itu, Manuel Nistorescu, menyadari ada insiden karam setelah beberapa kru mendengar teriakan para korban. "Kondisi gelap dan banyak teriakan manusia, kami berupaya menolong tapi situasinya sulit," ujar dia.

Operasi penyelamatan lanjutan bakal dilakukan hari ini oleh tim gabungan Indonesia dan Australia. Pihak Negeri Kanguru telah mengirimkan dua kapal perang dan tiga pesawat pengangkut.

Pemerintah Australia dalam pernyataan terpisah mengatakan insiden seperti ini rutin terjadi dengan tingginya aktivitas pencari suaka ingin menuju wilayah mereka. Dalam catatan Canberra tahun ini sudah 300 pencari suaka tewas di perairan Indonesia.

Hingga berita ini dilansir belum ada informasi kewarganegaraan enam korban selamat. Berdasarkan informasi korban selamat, kapal motor mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin dan kebocoran di palka. (mdk/fas)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami