Kasus Covid-19 Kembali Naik, New York Denda Rp14 Juta Warga yang Tolak Pakai Masker

Kasus Covid-19 Kembali Naik, New York Denda Rp14 Juta Warga yang Tolak Pakai Masker
DUNIA | 1 Oktober 2020 06:06 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Wali Kota New York City Bill de Blasio mengatakan akan mendenda siapa pun yang tertangkap di depan umum tanpa menggunakan masker. Denda maksimal sebesar USD1.000 atau sekitar Rp14 juta akan diberlakukan terhadap penduduk atau pengunjung

"Kami tidak ingin mendenda orang, tetapi jika harus, kami akan melakukannya," kata de Blasio pada konferensi pers Selasa lalu seperti dilansir Reuters.

Bagi mereka yang kedapatan tidak memakai masker, polisi dan pejabat kesehatan akan menawarkan masker dan jika mereka menolak akan dikenakan denda maksimal.

Denda akan mencapai 1.000 dolar AS, meskipun "sebagian besar" tidak akan melebihi 500 dolar AS, kata Mitch Schwartz, juru bicara wali kota, via email.

Namun dia menolak mengatakan apakah aturan itu akan berlaku sama untuk petugas polisi kota New York, karena beberapa di antara petugas polisi itu sering terlihat tanpa masker, meskipun ada peringatan dari wali kota.

Otoritas Transportasi Metropolitan yang dikendalikan negara memberlakukan kebijakan serupa awal bulan ini, mendenda penumpang yang menolak memakai masker di angkutan umum sebesar USD50 atau sekitar Rp700 ribu.

Hasil tes virus corona positif harian di seluruh kota adalah 3,25 persen, menurut data sementara, pertama kali melebihi 3 persen sejak Juni. Pada bulan April, ketika New York menjadi pusat global pandemi, lebih dari 5.000 orang dites positif setiap hari dibandingkan dengan beberapa ratus orang sekarang, bahkan saat pengujian semakin meluas.

Walikota De Blasio mengatakan kenaikan kasus Covid-19 baru-baru ini di kota New York sebagian terkait dengan sembilan area dari 146 area yang menurut pejabat kesehatan kota telah mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan, termasuk di beberapa komunitas Yahudi Hasid.

Dia memperingatkan bahwa beberapa daerah dapat diperintahkan untuk menutup bisnis atau sekolah jika jumlah kasus infeksi virus corona terus meningkat meningkat.

Pengumuman De Blasio itu muncul ketika banyak siswa kembali ke sekolah dasar negeri New York City untuk pertama kalinya pada hari Selasa, bagian dari upaya untuk memberikan perpaduan pembelajaran secara langsung dan virtual yang telah dua kali ditunda di tengah penentangan oleh serikat guru.

Pemerintah kota telah mengatakan akan menutup sekolah lagi jika rata-rata hasil tes selama tujuh hari mencapai 3% atau lebih.

Baca Selanjutnya: Sementara itu dalam konferensi pers...

Halaman

(mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami