Kasus Covid-19 Melonjak di Singapura, Ahli Serukan Vaksin Jadi Wajib

Kasus Covid-19 Melonjak di Singapura, Ahli Serukan Vaksin Jadi Wajib
Aktivitas Warga Singapura di Jalan Orchard. ©2020 REUTERS/Edgar Su
DUNIA | 21 September 2021 20:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Beberapa ahli kesehatan di Singapura mewajibkan vaksin untuk melawan virus corona seiring meningkatnya jumlah korban Covid-19 yang parah di antara orang-orang yang belum divaksin. Vaksinasi di Singapura saat ini sudah mencapai 82 persen populasi.

Pemerintah berencana membuka kembali aktivitas setelah melihat capaian target vaksinasi namun pelonggaran pembatasan sempat dihentikan untuk melihat apakah penularan yang parah bisa membuat sistem kesehatan kewalahan.

"Saya akan senang melihat kewajiban vaksin pada warga berumur di atas 60 tahun, mereka adalah kelompok yang paling rentan untuk meninggal," jelas Dale Fisher, ahli penyakit menular di Rumah Sakit Universitas Nasional di Singapura.

"Sama alasannya dengan kelompok umur yang dipilih untuk vaksin terlebih dahulu, sama alasannya dengan umur kelompok yang telah dipilih untuk suntikan booster," kata dia, seperti dilansir laman Reuters, Selasa (21/9).

Singapura menjadi negara panutan untuk mitigasi virus corona sejak pandemi dimulai dengan kewajiban penggunaan masker, pelacakan kotak yang efektif dan penutupan perbatasan.

Secara umum ada 62 dari 5,7 juta populasi Singapura meninggal karena Covid-19. Infeksi baru harian selama berbulan-bulan juga angkanya rendah.

Namun, di wilayah lain di Asia Tenggara, varian Delta telah menyebar akhir-akhir ini dan kasus harian baru telah meningkat sekitar 1.000.

Mereka yang sudah divaksin dan masih tertular Covid-19 di Singapura sejak 1 May sampai 16 September hanya ada 0,09 persen yang harus mendapatkan perawatan intensif atau meninggal. Sementara mereka yang belum tervaksinasi tingkat penularannya mencapai 1,7 persen.

Sementara data bagi lansia sangat meningkat.

Dari orang berumur 80 tahun ke atas yang terinfeksi karena tidak divaksinasi, 15 persen dari mereka harus mendapatkan perawatan intensif atau meninggal. Hanya 1,79 persen dari yang divaksinasi dalam grup tersebut membutuhkan perawatan intensif atau meninggal.

Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma (mdk/pan)

Baca juga:
AS Bakal Izinkan Masuk Pendatang yang Sudah Divaksin Penuh Pada Awal November
Lebih Banyak Warga AS Meninggal karena Covid-19 Ketimbang Pandemi Flu 1918
Pfizer/BioNTech Klaim Vaksin Buatannya Aman dan Melindungi Anak 5-11 Tahun
India Catat 30 Ribu Lebih Kasus Baru Covid-19 Hanya dalam 24 Jam
Lacak Asal Usul Corona, Peneliti Kamboja Swab Kelelawar
Perlindungan yang Diberikan Vaksin Covid Moderna Bertahan Lebih Lama Daripada Pfizer

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami